Salah satu proyek yang diresmikan adalah groundbreaking atau dimulainya pekerjaan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi II yang dikerjakan konsorsium BUMN. Djoko menjelaskan pembangunan jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari pengembangan jalan Tol Trans Sumatera.
"Jalan tol ini juga merupakan salah satu infrastruktur pekerjaan umum untuk mendukung program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) melalui peningkatan kapasitas jaringan jalan di Pulau Sumatera sebagai bagian dari koridor ekonomi Sumatera," kata Djoko di lokasi groundbreaking proyek tol, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (23/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan Seksi II membutuhkan investasi sebesar Rp 5,6 triliun, dimana biaya investasi akan dipenuhi melalui equity dan Badan Usaha Jalan Tol dan pinjaman dari lembaga keuangan," sebutnya.
Proses pembebasan lahan untuk Seksi I mencapai 81,32% dan Seksi II sudah 81,40%. Pembebasan lahan diharapkan rampung 100% pada tahun 2015.
Pada acara ini, ada 9 proyek infrastruktur lain yang ikut diresmikan pengoperasiannya adalah:
- Flyover Kuala Namu (sisi kiri) untuk jalan akses Bandara Kualanamu tahap II sepanjang 1.000 meter. Proyek ini dibiayai APBN 2011-2012 senilai Rp 120,1 miliar.
- Jembatan Krueng Merbau sepanjang 156 meter. Proyek ini dibiayai APBN 2012-2014 senilai Rp 58,6 miliar.
- Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Syiah Kuala kapasitas 40 liter/detik di Kota Banda Aceh. Proyek ini dibiayai dari APBN dan APBD 2012-2013 senilai Rp 11,44 miliar.
- SPAM IKK Simeulue Timur (Kolok) kapasitas 10 liter/detik di Kabupaten Simeulue. Proyek ini dibiayai dari APBN dan APBD 2012 senilai Rp 6,28 miliar.
- Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah regional Blang Bintang kapasitas 250 ton/hari di Kabupaten Aceh Besar. Proyek ini dibiayai dari hibah UNDP 2011-2012 senilai Rp 53,65 miliar.
- TPA Cot Padang Lila kapasitas 94 meter kubik/hari di Kabupaten Pidie. Proyek ini dibiayai dari hibah UNDP 2012 senilai Rp 8,94 miliar.
- TPA Cot Buket kapasitas 120 meter kubik/hari di Kabupaten Bireun. Proyek ini dibiayai dari hibah UNDP 2012 senilai Rp 10,72 miliar.
- SPAM IKK Rantau Selatan kapasitas 40 liter/detik di Kabupaten Labuhan Batu. Proyek ini dibiayai dari APBN 2012-2013 senilai Rp 9,22 miliar.
- Pengembangan SPAM IKK Pantai Labu kapasitas 20 liter/detik di Kabupaten Deli Serdang. Proyek ini dibiayai dari APBN dan APBD 2012 senilai Rp 6,67 miliar.











































