"Di Nanning ada China ASEAN Expo yang kesebelas, kita ikuti sejak awal (15-20 September 2014). Pada saat penutupan jumlah transaksi yang kita dapatkan US$ 5,2 juta naik dari tahun lalu yang kurang dari US$ 3 juta. Paling laku furnitur, batu alam, bulu mata palsu, sabun serta batik," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (23/09/2014).
Bayu juga mengatakan jelang pasar bebas ASEAN 2015 ada beberapa produk Indonesia yang paling diunggulkan yang diyakini bisa bersaing. Umumnya produk tersebut sedikit atau sama sekali tidak diproduksi di negara ASEAN lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk lainnya adalah batik, alas kaki dan produk fashion. Bayu melihat daya saing ketiga produk ini cukup tinggi di negara-negara ASEAN.
"Lalu kita masuk ke batik, busana muslimah, produk hijab, kita harus masuk seperti itu dan lebih mengedepankan value-nya. Alas kaki misalnya tetapi kalau mereka misalnya akan masuk ke sepatu lari, kita harus masuk ke sepatu sepakbola. Jadi bukan sekedar sepatu sport," imbuhnya.
(wij/hen)











































