Dari 5,2 Juta Pekerja di DKI Ada 30% yang Belum Daftar BPJS

Dari 5,2 Juta Pekerja di DKI Ada 30% yang Belum Daftar BPJS

- detikFinance
Rabu, 24 Sep 2014 12:18 WIB
Dari 5,2 Juta Pekerja di DKI Ada 30% yang Belum Daftar BPJS
Jakarta -

Banyak kawasan industri, aktivitas kerja di Indonesia berpusat di wilayah DKI Jakarta. Namun sayang, masih banyak tenaga kerja di Jakarta yang belum menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Hardi Yuliwan di sela-sela acara Dialog Jaminan Sosial Sosial Security Journalist Club di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rabu (24/9/2014).


Tercatat, dari total pekerja di DKI Jakarta yang mencapai 5,2 juta orang, ada 30% atau 1,6 juta pekerja yang belum terdaftar di BPJS ketenagakerjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di DKI jumlah pekerja yang telah menjadi peserta 3,6 juta orang. Hampir 1,6 juta orang yang belum jadi peserta. Itu di wilayah DKI. Padahal di DKI ini termasuk sentralisasi. Masih sangat banyak yang belum ikut," kata Hardi.

Ia menambahkan, masih banyak para pekerja yang belum tertarik untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, jika tak menjadi peserta BPJS bisa diberikan sanksi.

"Sudah 37 tahun faktanya dari Jamsostek sampai ke BPJS Ketenagakerjaan, faktanya masih ada yang belum ikut," katanya.

Dikatakan Hardi, ada beberapa alasan mengapa masih banyak pekerja yang belum menjadi peserta BPJS. Faktor penghasilan dan pendidikan rendah dari para pekerja pun menjadi salah satu alasan BPJS tak menarik bagi mereka.

"Ada yang menganggap asuransi haram, mendahului tuhan, ada yang anggap masalah nasib rezeki itu tuhan yang menentukan. Ini kadang budaya yang menyesatkan. Lalu sosialisasi kurang. Ini kita sadari. Tapi mereka juga belum banyak paham," katanya.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads