Kemunculan kereta cepat ini 50 tahun lalu membuat Jepang menjadi negara dengan perekonomian modern. Sistem transportasi di Jepang ini membuat dunia iri.
Dua dekade setelah hancur lebur akibat Perang Dunia II, Jepang bangkit dengan cepat. Shinkansen, kereta yang lokomotifnya berbentuk kepala pesawat muncul dan menjadi titik balik kemajuan Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Shinkansen dibuat untuk menjadi kereta tercepat di dunia. Ini memberikan harapan kepada masyarakat Jepang, dan membuat Jepang bisa menatap maju ke depan," imbuh pria berumur 73 tahun yang sekarang menjadi deputi direktur museum kereta di Omiya, utara Tokyo ini.
Mesin pertama yang dipakai Shinkansen bernama 'Hikari' yang berarti cahaya. Nama ini juga bermakna memberi impian kepada masyarakat Jepang.
Shinkansen muncul pertama kali sepekan setelah olimpiade dilakukan di Tokyo. Negara ini tidak peduli meskipun pembangunan sarana untuk kereta cepat ini diambil dari utang yang besar.
Saat ini Shinkansen menghubungkan 2 kota besar di Jepang, Tokyo dan Osaka. Kereta ini melewati 66 terowongan dan 96 jembatan dengan kecepatan 210 km/jam, dan mempercepat waktu tempuh 2,5 jam.
Dengan kereta ini, seorang pengusaha bisa pergi dari Tokyo ke Osaka, dan balik lagi dalam 1 hari. Selain itu, dengan Shinkansen, turis dihubungkan lebih dekat ke tempat-tempat siwata seperti Kyoto, atau Gunung Fuji yang terkenal.
"Shinkansen membantu ekonomi Jepang lebih bersaing, dan bisa mempercepat pemusatan populasi dan industri di Tokyo," kata analis senior SMBC Securities Osuke Itazaki.
Sampai saat ini, Shinkansen mengangkut 324 juta penumpang setiap tahun. Meski kecepatan maksimalnya mencapai 320 km/jam, sampai saat ini, tidak ada satu orang pun yang tewas karena kecelakaan Shinkansen. Tapi ada yang meninggal karena bunuh diri dengan melompat keluar dari kereta.
Sekarang, kereta cepat ini berangkat dari Tokyo ke Osaka tiap 3 menit sekali, dan menempuh 515 km dalam waktu 2 jam 33 menit.
Shinkansen saat ini tak lagi unik sebagai kereta cepat. Sejumlah negara, termasuk Tiongkok, sekarang telah memiliki jaringan kereta Jepang.
Jepang juga mengembangkan kereta cepat dengan teknologi magnetik, maglev, yang melayang 10 cm di atas rel. Kecepatan kereta ini bisa mencapai 581 km/jam.
Kereta maglev ini rencananya akan diluncurkan untuk rute Tokyo menuju Nagoya, pada 2027. Lalu di 2045, diharapkan Tokyo ke Osaka bisa ditempuh 1 jam 7 menit dengan kereta baru ini.
Namun muncul keraguan, karena dana yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur ini bisa mencapai US$ 100 miliar atau Rp 1.000 triliun.
(dnl/ang)











































