Seperti dikutip dari siaran tertulis perusahaan, Kamis (25/9/2014), deklarasi dalam lingkup ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Para pendukung deklarasi berikrar untuk ikut serta dalam upaya memperlambat, menghentikan dan memulihkan hilangnya hutan secara global, serta meningkatkan keamanan pangan.
"Kami ingin melakukan yang terbaik untuk menjadi pemasok terpercaya produk pertanian yang berkelanjutan," kata CEO Cargill, Dave MacLennan saat tampil bersama Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon dan pemimpin lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memahami bahwa komitmen ini tidak bisa dibatasi hanya untuk beberapa komoditas atau rantai pasokan tertentu. Inilah yang membuat Cargill akan mengambil langkah-langkah praktis untuk melindungi hutan-hutan di seluruh rantai pasokan pertanian kami di dunia," kata MacLennan
MacLennan juga akan mengumumkan rencana Cargill untuk menjadikan rantai pasokan kelapa sawitnya di Indonesia dan Malaysia sepenuhnya berkelanjutan.
Baru-baru ini, perusahaan telah melakukan kerja lapangan ilmiah yang lebih baik untuk mengidentifikasi dan menjaga traktat berharga hutan-hutan primer di perkebunannya PT Hindoli di Sumatra Selatan, Indonesia. Di kedua Negara ini Cargill meningkatkan upayanya untuk membuat rantai pasokan kelapa sawitnya dapat dilacak. Cargill telah menetapkan target untuk menjadikan kelapa sawitnya 100% berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, Cargill akan menandatangani Indonesia Palm Oil Pledge dalam konferensi tingkat tinggi PBB, serta memperkuat komitmen keberlanjutan tersebut pada kebijakan kelapa sawitnya yang baru saja diluncurkan. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan akan menghadiri penandatanganan ikrar tersebut.
"Kami tahu kami bisa melakukan ini. Pemegang saham kami menuntut hal ini. Dan ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan," sebut MacLennan.
(hds/hds)











































