Mangga RI Terhambat Ekspor Gara-gara Lalat, Mentan Suswono Lobi Korsel

Mangga RI Terhambat Ekspor Gara-gara Lalat, Mentan Suswono Lobi Korsel

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2014 11:05 WIB
Mangga RI Terhambat Ekspor Gara-gara Lalat, Mentan Suswono Lobi Korsel
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono meminta pihak Korea Selatan (Korsel) untuk mempercepat proses izin pemasukan ekspor mangga Indonesia ke pasar Korsel. Produk mangga Indonesia tidak bisa masuk karena adanya perbedaan penanganan lalat buah yang dilakukan Indonesia dengan yang diminta Korsel.

Permintaan itu disampaikan Suswono saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Korea Selatan Yeo In-hong di sela-sela pertemuan AMAF Plus 3 di Nay Pyi Taw, Myanmar, kemarin.

Menurut Suswono Indonesia sudah mempresentasikan penggunaan sistem air panas untuk mematikan lalat buah. Namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak Korsel terkait hasil presentasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korsel juga menyatakan akan mengirim tim inspeksi untuk meninjau secara langsung penanganan buah mangga untuk ekspor, termasuk cara mematikan lalat buah yang dilakukan Indonesia. Namun hingga kini tim inspeksi Korsel belum juga hadir di Indonesia.

"Kami berharap agar tim inspeksi Korsel bisa segera datang dan memeriksa hal-hal yang perlu diketahui," kata Suswono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/9/2014).

Menanggapi Suswono, Wakil Menteri Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Korsel Yeo In-hong menyatakan akan memerhatikan permintaan Indonesia tersebut, dan akan menyampaikannya kepada pihak terkait.

Sementara itu pihak Korsel meminta agar produk pertaniannya bisa masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Karena jika di luar Tanjung Priok jarak angkutnya menjadi panjang.

Menanggapi keluhan ini Mentan menjelaskan, pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan terpadat dan tersibuk di Indonesia, sehingga proses bongkar muat harus antre dan memakan waktu lama.

Selain itu saat ini sedang dilakukan pembenahan di Tanjung Priok untuk melengkapi sarana dan prasarana bongkar muat barang, sehingga pintu masuk untuk produk impor pertanian terpaksa di alihkan ke sejumlah pelabuhan lain di Pulau Jawa.

โ€œKarena waktu bongkar muat memakan waktu yang lama dikhawatirkan produknya rusak sehingga tidak layak dikonsumsi,โ€ papar Mentan.

Pada Rabu (24/9/2014) petang, Menteri Pertanian Suswono bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Korsel Yeo In-Hong di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan pembentukan kelompok kerja (working group) sebagai tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia-Korsel pada 2011 lalu. Kelompok kerja ini nantinya akan mengimplementasikan jenis-jenis kerja sama yang bisa dilakukan antar kedua negara.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads