Paris Club Setujui Moratorium Utang Untuk Indonesia

Paris Club Setujui Moratorium Utang Untuk Indonesia

- detikFinance
Senin, 10 Jan 2005 10:15 WIB
Jakarta - Kumpulan negara-negara kreditur, Paris Club menyatakan persetujuannya untuk memberikan moratorium pembayaran utang kembali kepada negara-negara yang terkena dampak bencana alam gempa dan tsunami."Negara-negara Paris Club akan menggelar pertemuannya di Paris. Kami akan mengajukan moratorium utang (pembayaran kembali). Negara-negara Paris Club telah setuju, kami akan berkonsultasi dengan mereka soal ini," kata Menteri Keuangan Perancis Herve Gaymard.Pernyataan Gaymard itu disampaikan dalam wawancara dengan radio Europe 1 seperti dilansir AFP, Senin (10/1/2005). Sebelumnya, paling tidak sudah 8 negara yang menyatakan bersedia memberikan moratorium utang melalui Paris Club yakni Jerman, Perancis, Kanada, Inggris, Belgia, AS, Italia dan Jepang. Paris Club merupakan kumpulan 19 negara kreditur. Negara-negara lain yang belum memberikan kejelasan sikap adalah Australia, Austria, Denmark, Finlandia, Irlandia, Jepang, Belanda, Norwegia, Spanyol, Rusia, Swedia, Swiss.Gaymard menjelaskan, untuk negara seperti Indonesia, moratorium yang berupa pembekuan pembayaran utang pada tahun 2005 diberikan agar pemerintah Indonesia memiliki sumber-sumber pendanaan tambahan untuk meringankan dan merekonstruksi kembali daerah-daerah yang terkena bencana yakni Aceh dan Sumut. "Nilainya sekitar US$ 3 miliar, yang tidak dapat dihindarkan," tegas Gaymard. Sumber-sumber di Paris Club menuturkan, lembaga ini berharap moratorium utang akan memberikan manfaat terutama kepada Sri Lanka dan Indonesia, yang merupakan dua negara dengan kerusakan terparah akibat tsunami. Kondisi dua negara ini akan direview pada pertemuan Paris Club yang akan digelar pada Rabu (12/1/2005). Sumber itu menambahkan, bahwa Paris Club hanya akan mempertimbangkan pembekuan pembayaran utang, namun bukan pembatalan utang. "Pembatalan atau restrukturisasi seperti diusulkan oleh Inggris sebelumnya, hanya akan menjadi pilihan kedua," ujar sumber-sumber Paris Club seperti dilansir AFP.Sementara Presiden Uni Eropa yang juga PM Belgia Jean-Claude Juncker mengaku pihaknya siap untuk membantu keringanan utang negara-negara yang terkena dampak tsunami. "Secara personal, saya sangat mendukung keringanan utang total untuk negara-negara ini," katanya kepada France Inter Radio. Dukungan serupa juga diberikan oleh negara-negara industri yang tergabung dalam G-7 setuju untuk mendukung upaya penghentian pembayaran utang terhadap negara-negara yang terkena bencana Tsunami. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads