Pemerintah Berharap Dapat Moratorium Utang Rp 30 Triliun
Senin, 10 Jan 2005 12:45 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia berharap akan mendapatkan moratorium utang pada forum Paris Club nanti sebesar Rp 20-30 triliun untuk tahun anggaran 2005-2006. Selain itu, pemerintah juga akan meminta pembayaran utang dan bunganya dimulai pada tahun 2007.Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian Abu Rizal Bakrie atau yang lebih dikenal dengan nama Ical. Ia mengatakan hal itu usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Menteri Luar Negeri Jerman, Joschka Fisher di Kantor Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (10/1/2005) . Menurut Ical, angka tersebut baru perkiraannya saja dan belum menjadi permintaan resmi pemerintah dalam sidang Paris Club nanti. "Kalau nilainya itu kan tergantung mereka. Jepang saja sudah memberikan indikasi memberi moratorium utang sebesar Rp 12 triliun. Jadi totalnya saya harapkan Rp 20 - 30 triliun" katanya.Lebih jauh Ical menjelaskan, teknis dari mekanisme pemberian moratorium utang baru akan dibicarakan pada sidang Paris Club pada 12 Januari nanti. Ical akan menghadiri sidang Paris Club bersama Menkeu Jusuf Anwar dan Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani."Tim kami tidak akan membawa proposal khusus soal moratorioum utang," tandas Ical yang juga pemilik perusahaa grup Bakrie. Selain berharap mendapatkan Rp 20-30 triliun, Ical juga menyatakan, pemerintah berkeinginan agar pembayaran utang pokok termasuk bunganya bisa dimulai pada tahun 2007. "Sehingga pada tahun 2005 dan 2006 pos pembayaran utang untuk sementara dialihkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh," katanya.
(mar/)











































