"Itu memang sudah lama kita kerjakan, karena pekerjaan ini cukup besar, dan alokasi anggaran kita belum banyak. Tiga tahun terakhir kita percepat," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto saat berbincang dengan wartawan di Kantor Kementerian Pekerjana Umum Jl Pattimura, Jakarta, Jumat (26/9/2014).
Djoko menjelaskan, dalam membangun jembatan yang sudah dicanangkan sejak Oktober 2003 itu, ada ketidakyakinan dalam membuat desain konstruksi oleh konsultan konstruksi. Akhirnya, ada beberapa perubahan desain yang memakan waktu yang cukup lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti (jembatan) Kelok 9 (Padang). Waktu mengecor pylon itu dia nggak yakin, benar nggak ini. Lalu cek ke konsultan, lakukan pembahasan sampai 3-4 bulan, lalu Jadi. Setelah itu timbul lagi pertanyaan. Ini sebetulnya kalau sejak awal itu sudah ada jaminan, kontraktor harus percaya dengan itu," katanya.
Setelah evaluasi yang mendalam dilakukan, akhirnya timbulan kesepakatan. Sehingga jembatan yang dibangun di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri ini ditargetkan bisa tersambung antara November atau Desember.
"Akhirnya desain sudah sepakat dievaluasi. Sekarang dipasang. Itu sekitar bulan November nyambung. Kontrak berakhir Desember itu nyambung, di dua tempat," tambahnya.
Meski sudah tersambung, bukan berarti jembatan ini sudah beroperasi penuh. Masih ada pekerjaan finalisasi yang harus dikerjakan.
"Menyambung di Desember itu masih ada pekerjaan overlay, kalau saya perhitungkan kita mulai cepat. Itu kira-kira 6 bulan sampai 8 bulan," katanya.
(zul/dnl)











































