RI Tetap Butuh Konfirmasi Kepastian Moratorium Utang

RI Tetap Butuh Konfirmasi Kepastian Moratorium Utang

- detikFinance
Senin, 10 Jan 2005 16:05 WIB
Jakarta - Meski hampir seluruh negara kreditur telah menyatakan niatnya untuk memberikan moratorium utang, namun Indonesia tidak akan begitu saja menelan informasi itu. Indonesia membutuhkan konfirmasi atas apa yang dimaksud moratorium itu. Demikian disampaikan pjs Kepala Bapeki Anggito Abimanyu di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (10/1/2005)."Untuk moratorium kita sedang kirim Menlu untuk melakukan konfirmasi terhadap apa yang dimaksud moratorium itu, apakah pokoknya, apakah bunganya, apakah untuk Aceh saja, apakah untuk yang laion-lain. Kemudian tahunnya berapa, apakah 2005 atau 2006. Apakah dikaitkan dengan Paris Club, ataukan dikaitkan dengan perlakukan utang lain. Itu yang harus clear dulu," ungkap Anggito. Anggito menyebutkan, setiap tahun rata-rata Indonesia harus menyisihkan dana sekitar US$ 4,5-5 miliar untuk pembayaran pokok dan bunga utang Paris club. Ditempat yang sama, Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P nasution menyebutkan, jika negara-negara donor telah menyepakati hingga Rp 30 triliun seperti yang diinginkan pemerintah, tentu hal tersebut akan sangat membantu meringankan beban APBN. "Kalau bisa betul-betul seperti itu (Rp 30 triliun), itu luar biasa karena dalam APBN untuk membayar pokok dan bunga utang luar negeri pemerintah harus menganggarkan lebih dari Rp 50 triliun," tegas Mulia. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads