Parjo, seorang pedagang daging sapi di Pasar Warakas Jakarta Utara menjelaskan kenaikan harga daging sapi dipicu tingginya harga karkas (daging plus tulang) di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), saat memasuki September 2014.
"Sekarang harganya masuk lagi ke Rp 100.000 per kg karena harga karkas Rp 78.000/kg," kata Parjo kepada detikFinance, Senin (29/09/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istilahnya harga daging sapi sempat turun menjadi Rp 93.000-92.000/kg 1 bulan setelah Idul Fitri. Lalu sekarang kembali naik," imbuhnya.
Ia memperkirakan kenaikan harga daging sapi dipicu ketersediaan pasokan sapi yang berkurang karena permintaan sapi khususnya sapi jantan jelang Hari Raya Idul Adha. Sehingga dampaknya kepada kenaikan harga daging sapi di pasar tradisional, yang berimbas pada omzet pedagang daging.
"Pengaruh ke konsumen dan pedagang. Biasanya saya bisa jual 70 kg/hari, kini hanya 40 kg/hari," katanya.
Parjo menambahkan tren kenaikan harga daging sapi diperkirakan akan terus terjadi mendekati Idul Adha atau sepekan ke depan. Pasalnya di tahun lalu, saat sehari sebelum Idul Adha harga daging sapi sempat menembus Rp 105.000/Kg.
"Tahun lalu sempat di Rp 105.000/kg," katanya.
Sementara itu harga daging ayam potong tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan harga yaitu tetap Rp 33.000/kg. Kenaikan justru terjadi pada harga daging ayam kampung dari Rp 32.500/kg menjadi Rp 35.000/kg.
(wij/hen)











































