OBU yang terbaru ini teknologinya dibuat oleh PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Jadi, ini merupakan sinergi antara dua BUMN untuk menciptakan kenyamanan bagi pengendara di jalan tol.
Bentuknya kecil, tidak lebih lebih besar dari bungkus korek api. Sepintas alat ini terlihat seperti bluetooth handsfree yang biasa menempel di telinga pengguna telepon seluler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin mengatakan, pada sistem OBU yang diterapkan sekarang kendaraan harus melambatkan lajunya hingga 20 km. Tapi dengan teknologi baru ini, kendaraan tak perlu melambatkan lajunya. Bahkan lama waktu transaksi bisa di bawah 1 detik.
Pilot project sistem ini akan dilakukan di pintu Tol Kalimalang 2. Bila terbukti berhasil, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan di seluruh tol milik Jasa Marga.
"Saat ini progress-nya telah mencapai 75%. Diharapkan sistem mulai terpasang akhir September," tambahnya.
Hasan mengatakan, sistem single piece yang dibuat atas kerjasama Jasa Marga dengan Telkom ini akan terhubung dengan rekening bank pemilik kendaraan yang telah dipasangi single piece. Bagi yang ingin membeli sistem ini untuk dipasang di kendaraannya, harus menyertakan nomor rekening bank apa saja (multi bank).
"Multi bank tersebut bekerjasama dengan Telkom yang bertindak sebagai clearing house," kata Hasan.
Dibandingkan dengan e-Toll Pass yang diterapkan saat ini, sistem yang baru tentu lebih canggih dan lebih cepat dalam melakukan transaksi. "Kerja sistem menjadi sangat ringan karena sistem single piece ini sampai clear transaction hanya membutuhkan waktu nol koma sekian detik," tuturnya.
(zul/hds)











































