Zaenuddin salah satunya, juragan sapi skala besar ini mengakui bisa membeli mobil baru standar dari bisnis penjualan sapi kurban setiap tahunnya. Tak heran, dengan keuntungan yang besar Zaenuddin sudah bergeluti penjualan sapi dan kambing kurban sejak 12 tahun lalu.
"Keuntungannya relatif besar. Bisa saja (membeli mobil baru)," kata Zaenuddin sambil tertawa kepada detikFinance saat ditemui di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Senin (29/09/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selisih harganya cukup besar, tetapi belum termasuk ongkos angkut, biaya pakan, biaya sewa tempat dan ongkos karyawan," imbuhnya.
Zaenuddin, rata-rata mampu menjual 225 ekor hingga 250 ekor sapi dan selalu habis setiap menjelang Idul Adha. Dari bisnisnya ini, bukan hanya mobil baru yang bisa dibeli tetapi belasan tenaga kerja terserap.
"Saya mempekerjakan 10 sampai 15 orang. Lumayan masih dapat untung," katanya.
Ia juga menjamin, sapi-sapi yang dijual telah terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), antrax dan lain-lain. Sebelum dikirim ke Jakarta, sapi-sapi yang dibelinya diperiksa di Dinas Kesehatan Kota Pati, Jawa Tengah.
"Saya jamin bebas PMK dan antrax. Ada sertifikat kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Pati dan Kudus," jelasnya.
(wij/hen)











































