Berdasarkan pantauan detikFinance di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2014), harga logam mulia di beberapa toko perhiasan mengalami penurunan, sementara untuk perhiasan stagnan.
Salah satu pemilik toko perhiasan d'Makmur bernama Herry mengaku, pergerakan harga emas perhiasan tidak terlalu fluktuatif seperti emas batangan. Pergerakan emas batangan sangat dipengaruhi harga emas dunia dan kurs dolar terhadap rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Herry, harga emas batangan di tokonya dibanderol turun di angka Rp 477.000 per gram untuk pecahan 100 gram dari harga di bulan lalu di angka Rp 490.000 per gram untuk pecahan yang sama.
"Bulan lalu Rp 490.000 per gram, sekarang Rp 477.000 per gram untuk pecahan 100 gram," katanya.
Di toko Dewi Jewelry harga emas batangan turun, tapi harga perhiasan stagnan. Terpantau, harga logam mulia dipatok di angka Rp 2,5 juta untuk pecahan 5 gram, sementara di bulan lalu harganya masih Rp 2,7 juta untuk pecahan yang sama.
Untuk emas perhiasan masih stagnan di angka Rp 380.000-Rp 390.000 per gram untuk kadar 70%. "Kalau emas perhiasan nggak terlalu berpengaruh sama dolar sih, masih segini aja," kata pelayan di toko tersebut.
Hal yang sama juga terjadi di Toko Kenanga. Harga logam mulia turun di angka Rp 477.000 per gram untuk pecahan 100 gram, sementara di bulan lalu harganya mencapai Rp 500.000 per gram untuk pecahan yang sama.
Sedangkan harga emas perhiasan stagnan di angka Rp 350.000 per gram untuk kadar 75%. "Emas perhiasan masih Rp 350.000 per gram, nggak ngaruh banyak kalau perhiasan sih," kata Ivanna.
Di Toko Amala Gold Shop juga harga emas perhiasan stagnan di harga Rp 378.000 per gram untuk kadar 70%. Sementara logam mulia King Halim turun Rp 2.500 menjadi Rp 496.000 untuk pecahan 5 gram.
"Emas perhiasan masih sama Rp 378.000, yang kadar 70%. Logam mulia King Halim turun Rp 2.500 per gram dari bulan lalu jadi Rp 496.000 per gram, ini yang pecahan 5 gram," pungkasnya.
(drk/hen)










































