Jelang Idul Adha, Minat Masyarakat Beli Kambing Berkurang

Jelang Idul Adha, Minat Masyarakat Beli Kambing Berkurang

- detikFinance
Senin, 29 Sep 2014 16:02 WIB
Jelang Idul Adha, Minat Masyarakat Beli Kambing Berkurang
Jakarta - Minat masyarakat membeli kambing kurban mulai berkurang. Setidaknya hal ini disampaikan oleh seorang pedagang hewan kurban di Sungai Bambu, Jakarta Utara.

Zaenuddin, seorang juragan sapi menjelaskan beberapa alasan yang menyebabkan masyarakat lebih memilih membeli sapi daripada kambing kurban.

"Sapi lebih unggul di dagingnya, lalu selisih harganya juga jauh," kata Zaenuddin kepada detikFinance, Senin (29/09/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gambaran, satu ekor sapi standar dengan ukuran berat 280 kg dijual dengan harga Rp 14 juta. Dengan sistem kurban, satu ekor sapi bisa mewakili 7 orang, maka orang akan lebih memilih membeli sapi daripada kambing.

Perhitungan, satu ekor kambing standar berat 15 kg dijual dengan harga Rp 2,4 juta per ekor. Jika 7 orang ingin berkurban 7 kambing, maka uang yang harus dikeluarkan Rp 16,8 juta (Rp 2,4 jutax7 kambing) dengan jumlah daging 105 kg (15x7 kambing). Artinya sapi punya keunggulan dari sisi kualitas daging dan harga.

"Konsumen sudah mengerti hitung-hitungannya," imbuhnya.

Ia juga mengatakan karakter daging kambing berbeda jauh dengan daging sapi. Daging kambing diarankan tak dikonsumsi bagi konsumen yang menderita darah tinggi.

"Karena daging kambing ini panas, beda sama sapi," cetusnya.

Penelusuran detikFinance di Sungai Bambu, Papanggo dan Warakas, Jakarta Utara mayoritas pedagang menjual sapi. Setidaknya hanya ada 7 penjual kambing dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Sedangkan pedagang sapi mencapai 15 pedagang.

"Masing-masing punya pasar sendiri," kata seorang pedagang kambing Abdullah.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads