Namun belum lagi dilaksanakan, Jokowi-JK sudah mengindikasikan bakal segera mengubah APBN 2015. Ini karena tidak semua visi dan misi Jokowi-JK ditampung di dalamnya.
"Karena begini, maaf ya. Di tahun 2015 itu semuanya memang sudah disiapkan oleh pemerintahan Pak Yudhoyono. Oke kami bisa meminta sedikit, mungkin 1-2 hal pada fraksi yang mendukung kami," kata Rini Soemarno, Kepala Staf Tim Transisi Jokowi-JK, di Kebun Raya Cibodas, Bogor, Selasa (30/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
APBN 2015 memuat belanja negara senilai Rp 2.039,5 triliun. Jumlah ini terdiri dari Rp 1.392,4 triliun untuk pemerintah pusat dan Rp 647,04 triliun untuk transfer ke daerah.
Belanja negara dalam APBN 2015 merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Rekor sebelumnya negara dipegang oleh APBN-Perubahan 2014 yang sebesar Rp 1.876,9.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan bahwa jika pemerintahan Jokowi-JK ingin mengubah APBN 2015, maka tidak bisa dilakukan tahun ini. Jokowi-JK tidak bisa mengubah APBN 2015 sebelum tahun berjalan dimulai.
"Tidak bisa November atau 31 Desember 2014 pukul 23.59. Baru boleh ada APBN-P pada 1 Januari 2015 pukul 00.00," tuturnya.
(hds/hen)











































