Yang menarik dari pameran ini, sesuai dengan temanya yaitu Sogan Seni Batik Klasik batik-batik yang dijual adalah batik asli tulis tak ada batik-batik printing atau cetak yang dijual.
Sebanyak 54 perajin IKM binaan Yayasan Batik Indonesia, yang berasal dari: Solo, Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Pekalongan, Surakarta, Banjarnegara, Madura, DKI Jakarta, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prosesnya 3 bulan lebih dan ditulis dari atas sampai bawah full," kata salah seorang penjaga stand pameran bernama Rahmat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Selain batik-batik yang dijual. Di gelaran ini juga dipamerkan batik koleksi yayasan batik Indonesia yang merupakan peninggalan sejarah. Salah satunya yang menyita perhatian adalah batik Solo bernama Modang Semen Gurdo yang ditulis dengan gaya Sogan.
Batik ini dibuat pada tahun 1920 dan pernah dipakai oleh KGPAA Mangkunegara V. Warna coklat dari hasil cantingan batik memenuhi kain yang terbentang panjang hingga sekitar 5 meter dan lebar 2 meter. Di bagian tengah ditulis corak putih berbentuk seperti trapesium berwarna putih.
Gelaran pameran ini akan memasuki hari puncaknya pada tanggal 2 Oktober 2014 yang juga akan dihadiri oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono. Pameran ini diselenggarakan dari mulai 29 September sampai 3 Oktober 2014 di plasa pameran Kementerian Perindustrian.
(zul/hen)











































