Salah satu pendorong rendahnya inflasi adalah penurunan harga jengkol. Kepala BPS Suryamin menyebutkan harga jengkol turun drastis sampai 26%.
"Jengkol bulan ini harganya turun sampai 26%. Itu besar turunnya," ungkap Suryamin dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ingat dulu pernah jengkol bikin inflasi melonjak. Besar juga pengaruhnya," ujar Suryamin.
Selain itu, ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi. Berikut rinciannya:
- Bawang merah. Penurunan harga 13,47%. Disebabkan hasil panen yang memadai.
- Ikan segar. Penurunan harga 0,86%. Disebabkan pasokan melimpah.
- Tarif angkutan udara. Penurunan harga 3,14%. Disebabkan permintaan menurun karena sudah melewati masa liburan.
- Emas perhiasan. Penurunan harga 1,47%. Disebabkan harga internasional yang turun.











































