"Tantangan kita sekarang adalah menggejar penjualan listrik sebanyak-banyaknya, masalahnya sejak kenaikan tarif listrik kemarin, pelanggan industri melakukan efisiensi sehingga konsumsinya turun 9%-10%," kata Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun ditemui di sela Pameran Kelistrikan Indonesia 2014, di JCC, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Bagi PLN, turunnya konsumsi listrik berdampak pada sulitnya mencapai target penjualan listrik tahun ini yang mencapai 7%. "Target pertumbuhan penjualan listrik 7% tahun ini nampaknya sulit, kami perkirakan hanya 6,7% dari target penjualan listrik mencapai 198 TWh dengan harga Rp 1.040/kWh," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 Tahun 2014
- Tarif listrik untuk golongan I-3 go public naik jadi Rp 1.027/kWh,
- Tarif listrik golongan I-4 naik jadi Rp 1.051/kWh.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2014
- Golongan industri I-3 non go public, naik dari Rp 964/kwh, jadi Rp 1.075/kWh.
- Golongan rumah tangga R-2 TR 3.500 Va hingga 5.500 Va, naik dari Rp 1.210 per kWh jadi Rp 1.279/kWh.
- Golongan P2 >200 kVa, naik dari Rp 1.081/kWh, jadi Rp 1.139/kWh.
- Golongan R-1 TR 2.200 Va naik dari Rp 1.109/kWh jadi Rp 1.224/kWh.
- Golongan P-3 naik dari Rp 1.104/kWh jadi Rp 1.221/kWh.
- Golongan R-1 1.300 Va naik dari Rp 1.090/kWh jadi Rp 1.214/kWh.
Seperti diketahui subsidi listrik tahun berjalan di 2014 ditetapkan Rp 94,26 triliun, dengan kenaikan tarif listrik untuk 6 golongan listrik per 1 Juli-1 November 2014.
(rrd/hen)











































