AirNav mempersiapkan pengelolaan sistem lalu lintas udara agar jarak pesawat untuk lepas landas dan mendarat menjadi lebih pendek sehingga antrean pesawat di darat dan udara bisa ditekan.
"Kita sama-sama kalau AP II dari sisi infrastruktur. Sekarang kita dapat 72 pergerakan pesawat per jam," kata Direktur Utama AirNav Ikhwanul Idrus di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas pesawat dan mencapai angka pergerakan 86 pesawat per jam, AirNav akan menambah peralatan navigasi pendukung.
"AirNav melakukan penataan tata ruang udara kemudian prosedur ke luar dan masuk. Kemudian jarak antar pesawat kita perpendek. Kita itu sangat tergantung ke alat. Maka kita investasi ke peralatan," sebutnya.
AirNav menargetkan pergerakan pesawat bisa dicapai hingga 86 per jam jika AP II mempersiapkan beberapa infrastruktur di bandara seperti rapid exit taxi way. Artinya pesawat bisa cepat keluar dari landasan atau runway pasca mendarat.
"Kita ngga bisa langsung 86 pergerakan per jam tanpa infrastruktur dibangun agar pesawat cepat ke luar dari runway," sebutnya.
(feb/hen)










































