6 Jalan Tol Baru di DKI Bakal Dilengkapi Transportasi Bus

6 Jalan Tol Baru di DKI Bakal Dilengkapi Transportasi Bus

- detikFinance
Kamis, 02 Okt 2014 15:28 WIB
6 Jalan Tol Baru di DKI Bakal Dilengkapi Transportasi Bus
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Ditargetkan dalam 8 tahun ke depan atau di 2022, Jakarta akan memiliki 6 ruas tol dalam kota baru yang dilengkapi fasilitas angkutan umum, berupa bus yang siap berkeliling tol. Transportasi ini bernama Bus Rapid Transit (BRT).

Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Industri, Perdagangan dan Tranportasi Sutanto Soehodo mengatakan, fasilitas ini akan disediakan sebagai layanan tranportasi umum yang memanfaatkan ruas jalan tol baru tersebut.

"Semua tanggung jawab pengadaan, pembangunan shelter atau stasiun henti bus, diserahkan kepada kontraktor jalan tol. Jadi itu include dalam pengerjaan fisik 6 ruas jalan tol itu," kata Sutanto usai menghadiri diskusi di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PT Jakarta Toll Development (JTD), Frans S Sunito mengatakan, keberadaan moda transportasi umum ini tidak akan mengganggu keberadaan transportasi umum lainnya yang sudah ada. JTD merupakan pengembang 6 ruas jalan tol ini.

BRT tersebut tidak akan turun ke jalan reguler, melainkan hanya berputar di ruas jalan tol saja sepanjang hari.

"BRT ini nggak mengganggu trayek angkot-angkot yang sudah ada. Dia nggak turun tol, jadi nggak ada kepentingan yang berbenturan," kata Frans.

Operasional BRT ini berbeda dengan TransJakarta yang memiliki jalur khusus yang dilengkapi separator jalan. Ia menyebut, tak ada jalur khusus yang terpisah.

"Tapi supaya busnya nggak liar belok kanan kiri, kita buatkan marka jalan. Jalannya itu diberi warna khusus, jadi BRT hanya boleh melalui jalan yang diberi warna itu, nggak boleh keluar," sebutnya.

Jalur BRT ini akan terdiri dari 3 seksi, di mana masing-masing seksi akan dihubungkan dengan shelter transit atau pemberhentian, yang memungkinkan penumpang berpindah dari BRT satu ke BRT lainnya yang berbeda seksi. "Jadi seperti MRT saja ada transitnya kalau mau nyambung," sambung dia.

Bakal ada 22 shelter yang akan dibangun untuk tempat pemberhentian BRT.

Di seksi I dengan rute Semanan-Pulo Gebangm terdapat 8 shelter, yang terdiri dari Semanan, Cengkareng, Pesing, Sawah Besar 1, Sawah Besar 2, Kemayoran, Kelapa Gading, dan Pulo Gebang.

"Shelter Sawah Besar 1 dan Shelter Kemayoran menjadi shelter transit bagi penumpang yang akan menyambung perjalanan melewati seksi II," kata dia.

Untuk Seksi II, memiliki rute melingkar, dari dan kembali ke Tomong terdapat 11 sehelter yang terdiri dari Tomang, Sawah Besar 1, Sawah Besar 2, Kemayoran, Senen, Pramuka, Kampung Melayu, Tebet, Manggarain Dukuh Atas, dan Tanah Abang.

"Yang Sawah Besar 1, Sawah Besar 2 dan Kemayoran terletak di perhubungan dengan seksi I. Sementara Dukuh Atas dan Manggarai di Perhubungan dengan seksi III. Jadi kalau mau dipisahkan di seksi II hanya 6 shelter," kata Sutanto.

Lalu untuk Seksi III, memiliki rute Pondok Aren-Tanjung Barat, terdapat 8 Shelter yang teridir dari, Pondok Aren, Kebayoran, Palmerah, Dukuh Atas, Manggarai, Pancoran, Pasar Minggu, dan Tanjung Barat.

Sutanto menyebut, fasilitas ini nantinya dapat mengangkut kurang lebih 250.000 penumpang hilir mudik berkeliling di keenam ruas tol ini setiap harinya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads