MS Hidayat: 60% Batik di Tanah Abang Buatan Tiongkok

MS Hidayat: 60% Batik di Tanah Abang Buatan Tiongkok

- detikFinance
Kamis, 02 Okt 2014 16:28 WIB
MS Hidayat: 60% Batik di Tanah Abang Buatan Tiongkok
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Keberadaan batik tulis di Indonesia sedikit terancam dengan masih banyaknya batik impor asal Tiongkok. Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebut, 60% batik yang dijual di Pasar Tanah Abang adalah batik impor.

Ia menyebut, di pasar domestik, batik tulis harus bersaing dengan adanya batik impor yang dibuat dengan sistem cetak di pasar. Menurut Hidayat, persaingan ini tidak sehat karena batik impor dijual dengan harga yang sangat murah.

"Batik kita yang harus dijaga itu di pasar domestik. Karena batik tulis kita seringkali disaingi secara tidak sehat sama batik cetak impor yang kurang baik," kata Hidayat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hidayat, batik-batik impor cetak khususnya dari Tiongkok kini masih banyak ditemui di pasar. Bahkan di Pasar Tanah Abang, jumlahnya melebihi batik tulis asli Indonesia.

"Banyak, kamu lihat saja di Tanah Abang. Jadi 60% didominasi batik impor. Sebetulnya itu batik murah," katanya.

Soal kualitas, jelas batik tulis lebih bagus ketimbang batik cetak asal Tiongkok. Tapi urusan harga, batik asal negeri Tirai Bambu itu dijual dengan harga yang murah, itu sebabnya persaingnnya tidak sehat. Karena masyarakat banyak yang lebih mengedepankan harga di atas kualitas.

"Lebih murah 15% dari batik tulis. Rp 50.000 dapat," tambahnya.

Meski demikian, Hidayat mengaku tak bisa membendung gempuran batik-batik impor tersebut, karena memang tidak menyalahi aturan. "Kecuali kalau masuknya ilegal," katanya.

"Jadi kamu jangan beli batik murah tapi bikinan Tiongkok," imbuhnya.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads