Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menuturkan alasan kenapa tol Trans Sumatera masih sebatas peluncuran, bukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama konstruksi pembangunan.
Menurutnya, ada proses administrasi yang panjang harus dilalui oleh PT Hutama Karya (HK) sebagai BUMN yang menggarap tol. HK merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang ditunjuk oleh pemerintah tanpa tender. Selain itu, sebagai BUJT maka HK bukan sebagai kontraktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian HK juga harus mendapatkan kepastian pembiayaan dari perbankan. Dilanjutkan dengan kerjasama dengan kontraktor yang menjadi mitra pembangunan tol tersebut.
"Jadi agak lama. Kalau groundbreaking itu dilakukan jika pemborongnya (kontraktornya) sudah ada," sebutnya.
Djoko menilai proyek ini akan berjalan, karena sudah ditugaskan melalui Peraturan Presiden (Perpres).
"Jadi kalau kepastian dibangun sudah ada. Kan sudah ada Perpres. Untuk groundbreaking harus menunggu tender kontraktor, karena ini belum maka dicanangkan dulu," papar Djoko.
Bila berjalan normal, ia memperkirakan tahun depan sudah bisa groundbreaking. Tentunya oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
"Tahun depan saya rasa bisa groundbreaking. Kalau tahun ini mungkin tidak," tegasnya.
(mkl/hen)










































