Pimpin Rapat Sebagai Menhut Ad Interim, Ini yang Dibahas CT

Pimpin Rapat Sebagai Menhut Ad Interim, Ini yang Dibahas CT

- detikFinance
Kamis, 02 Okt 2014 18:55 WIB
Pimpin Rapat Sebagai Menhut Ad Interim, Ini yang Dibahas CT
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung memimpin rapat Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Pria yang biasa disapa CT ini berperan sebagai Menteri Kehutanan (Menhut) ad Interim.

CT datang ke Kemenhut di Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta pada pukul 16.25. Begitu datang, CT bersama rombongan kemudian masuk lift menuju ke ruang rapat di lantai 4 Kantor Kemenhut.

Berselang sekitar 90 menit, tepatnya pukul 18.00 CT keluar selesai memimpin rapat dan keluar dari ruangan. CT mengatakan, hasil rapat kali ini membahas mengenai pekerjaan rumah (PR) di Kementerian Kehutanan yang perlu diselesaikan dalam kurang dari tiga pekan ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita banyak bicara mengenai hal yang utama. Ada target pemerintahan sampai 20 oktober 2014. Sudah kita bicarakan satu demi satu. Sebelum 20 Oktober 2014 semua PR yang menjadi list kita kita pastikan bisa diselesaikan dengan baik," kata CT di kantor Kemenhut, Kamis (2/10/2014).

CT mengatakan, di dalam rapat tersebut juga dirinya mendengarkan laporan dari pejabat-pejabat Kementerian Kehutanan terkait permasalahan terkini. Ia menyebutkan, semua akan berkoordinasi dengan dirinya agar permasalahan bisa diselesaikan dengan cepat.

"Kita pastikan semua yang diperlukan dan bisa diselesaikan dalam sisa waku yang pendek ini saya minta segera diselesaikan. Saya minta ini sifatnya walaupun sebentar lagi, jangan kendor semangat kerjanya. Yang bisa diselesaikan kita selesaikan," tuturnya.

Ia mencontohkan pekerjaan rumah krusial yang harus diselesaikan adalah terkait lahan kehutanan di proyek Upper Cisokan di Cililin, Jawa Barat yang lahannya terkendala. Juga termasuk waduk terbesar kedua di Indonesia, Jatigede. Menurutnya, dalam waktu dekat, kendala itu akan segera diatasi.

"Misalnya masalah PLN untuk Cisokan yang selama ini masalah kawasan hutan itu sudah dilaporkan selesai. Waduk Jatigede, pihak kementerian siap untuk izin prinsipnya, menunggu rekomendasi dari gubernur. Begitu gubernur siap, nanti diselesaikan," tutupnya.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads