Menteri Keuangan Chatib Basri telah menandatangani PMK No 189/PMK.06/2014 tentang Penyediaan, Standar Kelayakan, dan Perhitungan Nilai Rumah Kediaman Bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Dalam pasal 6 atau (1) PMK tersebut, berikut adalah tahapan perhitungan nilai tanah untuk penganggaran rumah kediaman bagi mantan presiden dan wakil presiden:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Menteri Sekretaris Negara mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan untuk melakukan perhitungan nilai pasar tanah terendah pada lokasi perumahan menteri atau pejabat negara di ibu kota Negara Republik Indonesia termasuk perkiraan perkembangan kenaikan nilai pasar tanah sampai dengan tahun berakhirnya masa jabatan presiden dan/atau wakil presiden, paling lambat 3 (tiga) tahun sebelum berakhirnya masa jabatan presiden dan/atau wakil presiden.
- Menteri Keuangan menugaskan Direktur Jenderal Kekayaan Negara melakukan survei untuk mendapatkan perkiraan nilai pasar tanah terendah pada lokasi perumahan menteri atau pejabat negara di ibu kota Negara Republik Indonesia.
- Berdasarkan hasil survei sebagaimana dimaksud pada huruf b, Menteri Keuangan menyampaikan nilai pasar tanah terendah termasuk perkiraan perkembangan kenaikan nilai pasar tanah sampai dengan tahun berakhirnya masa jabatan presiden dan/atau wakil presiden, kepada Menteri Sekretaris Negara.
- Penyampaian nilai pasar tanah terendah sebagaimana dimaksud pada huruf c dilakukan paling lama 1 (satu) bulan setelah diterimanya pengajuan permohonan dari Menteri Sekretaris Negara.
Kemudian di pasal 6 ayat (3) disebutkan bahwa nilai pasar tanah terendah bukan merupakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
(hds/dnl)











































