Serba-seri Kopi Luwak, Dijual Rp 2,4 Juta Sekilo Sampai Dijiplak Malaysia

Serba-seri Kopi Luwak, Dijual Rp 2,4 Juta Sekilo Sampai Dijiplak Malaysia

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 08:30 WIB
Serba-seri Kopi Luwak, Dijual Rp 2,4 Juta Sekilo Sampai Dijiplak Malaysia
Jakarta - Jenis kopi spesial asal Indonesia saat ini yang termahal adalah kopi luwak. Kopi kebanggan Indonesia ini sudah terkenal hingga hampir ke seluruh penjuru dunia.

Indonesia memang terkenal sebagai surganya kopi. Ketua Umum Asosiasi Kopi Spesial Indonesia Agam Sulaiman mengatakan banyak kopi spesial yang bisa didapat di Indonesia.

Secara umum jenis kopi spesial termasuk kategori kopi arabika dengan 7 jenis, yaitu arabika Aceh, lintang Sumatera Utara, Bali, Jawa, Flores, Papua. Kali ini kita akan bahas kelebihan kopi luwak, seperti dirangkum detikFinance, Kamis (9/10/2014).

Dijual mahal di Eropa

Di pasar ekspor, biji kopi luwak asal Indonesia bisa dijual mencapai US$ 200 atau sekitar Rp 2,4 juta/kg. "Yang paling tinggi itu masih ditempat kopi luwak, harganya US$ 200 per kg. Jenis kopi yang lain Rp 50.000 per kg," kata Agam.

Ketua Asosiasi Kopi Luwak Indonesia Edy Panggabean mengatakan perbedaan rata-rata harga untuk jenis kopi luwak arabica dan kopi arabica biasa sangat signifikan. Demikian untuk harga kopi luwak robusta dengan kopi robusta biasa.

"Kopi luwak asli Indonesia. Berapa perbedaan harganya dengan kopi jenis lainnya? Saya jawab sangat besar dan cukup mencolok. Sebagai contoh harga biji sangrai kopi luwak arabica sudah di atas Rp 1 juta/kg, sedangkan jenis biji sangrai kopi arabica biasa hanya Rp 200 ribu/kg, itu untuk kelas premium. Lain lagi untuk jenis biji sangrai kopi luwak robusta cenderung lebih murah, yaitu Rp 700 ribu/kg. Kalau biji sangrai robusta biasa hanya Rp 100 ribu/kg," papar Edy.

Kok bisa mahal?

Harga biji kopi luwak Indonesia sangat diminati di negara-negara maju. Harganya pun cukup tinggi dibandingkan kopi spesial lainnya, kopi luwak bisa dijual US$ 200 per kg, atau kurang lebih Rp 2,4 juta/kg.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nus Nuzulia Ishak di sela-sela acara Trade Expo Indonesia (TEI), Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2014)

Nus mengatakan, ada beberapa alasan harga kopi luwak harganya tinggi di pasar ekspor.

"Rasanya berbeda dengan kopi lainnya karena ada proses fermentasi, di dalam perut luwak sehingga terjadi perubahan cita rasa yang disukai pembeli," kata Nus.

Selain itu, kopi spesial seperti luwak produksinya tak bisa didorong, sehingga harganya tetap tinggi. "Kopi luwak itu mahal karena eksklusifitasnya, sehingga harganya semakin tinggi,"katanya.

Ia menambahkan, sebelum menjadi kopi luwak, kopi arabika atau robusta dimakan oleh binatang luwak. Namun binatang luwak tak bisa dipaksa makan terlalu banyak. "Jadi suplainya terbatas," terangnya.

Menurutnya, yang membedakan kopi luwak dengan kopi spesial lainnya adalah soal kapasitas produksi. Kopi spesial lain bisa digenjot produksinya dengan menanam,sedangkan kopi luwak tak bisa digenjot produksinya.

"Intinya luwak harga tinggi karena dimakan bukan ditanam, jadi tak bisa dipaksa produksinya," katanya.

Sampai dijiplak Malaysia

Indonesia merupakan pemasok utama kopi spesial jenis luwak ke berbagai negara-negara maju di dunia. Namun belakangan ini, Malaysia juga mulai mengembangkan komoditas eksklusif ini.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengakui tak bisa memungkiri persoalan ini. Namun ia memastikan pemain utama kopi luwak di dunia hanyalah Indonesia.

"Kalau luwak tak ada saingan dari negara lain, kemungkinan dari Malaysia, itu pun meniru. Kita hampir sama lingkungannya dengan Malaysia. Tapi potensi kita lebih besar dari Malaysia," katanya di sela-sela acara Trade Expo Indonesia (TEI), Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Ia menduga pengembangan kopi luwak yang dilakukan Malaysia juga kemungkinan didapat dari Indonesia. Nus mengakui harga kopi luwak yang tinggi secara ekonomi menjadi daya tarik negara lain untuk menggarap potensi ekspor kopi luwak.

Nus mencontohkan di negara-negara maju, harga satu cangkir kopi luwak bisa mencapai US$ 80 per gelas di coffee shop.

"Karena harganya mahal, maka market-nya negara-negara maju, karena negara maju mencari jenis kopi yang lain, seperti di Eropa, Jepang, AS, Australia," katanya.
Halaman 2 dari 4
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads