Mari Elka: Tak Semua Bisa Jadi Steve Jobs, yang Penting Harus Mulai

Mari Elka: Tak Semua Bisa Jadi Steve Jobs, yang Penting Harus Mulai

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 10:43 WIB
Mari Elka: Tak Semua Bisa Jadi Steve Jobs, yang Penting Harus Mulai
Jakarta -

Masa depan perekonomian Indonesia saat ini berada di tangan dunia wirausaha, khususnya untuk sektor ekonomi kreatif.

"Jawaban kesejahteraan Indonesia ke depan terletak di wirausaha. Bagaimana kembangkan creativeprenuer," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, saat pembukaan acara Indonesia Knowledge Forum III yang diadakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Untuk menciptakan atau mendorong wirausaha kreatif, pemerintah sudah mulai melakukan pembinaan, lewat inkubator hingga pembiayaan bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program inkubator bisnis untuk membina pada calon wirausaha potensial, sudah umum dilakukan di negara maju. Alasannya, pengusaha pemula memiliki banyak ide, namun menghadapi kendala di dalam memulai usaha atau menghasilkan produk. Apalagi, masyarakat Indonesia dinilai memiliki potensi menciptakan ide kreatif namun lemah dalam penerapan.

"Di luar ada proses inkubasi. Di sana dibantu, mentoring dan modal. Dibantu terapkan ide jadi bisnis. Memang tidak semua bisa jadi Steve Jobs. Tapi yang penting harus mulai," jelasnya.

Ada sedikit kelemahan di dalam skema pembiayaan untuk pengusaha pemula di Indonesia. Bank masih memandang pengusaha pemula belum layak atau bankable, sehingga kesulitan memperoleh pembiayaan.

Berbeda dengan negara maju, ada skema atau tahap pembiayaan untuk level calon debitur, khususnya yang berasal dari kalangan pengusaha pemula.

"Di luar negeri ada sistem pembiayaan sistem 1,2,3 untuk akselerasi," jelasnya.

Mari juga menyinggung kelemahan pengusaha pemula di Indonesia. Hasil studi menunjukkan, pengusaha pemula seperti pada bidang technopreneurship, cenderung ingin usahanya cepat besar.

Padahal untuk menjadi pengusaha besar layaknya pendiri Facebook (Mark Zuckerberg), atau pendiri Apple (Steve Jobs), seorang harus melalui proses kegagalan.

"Kelemahan technopreneurship. Di awal-awal ingin langsung jadi Mark Zuckerberg. Dari jutaan (calon pengusaha) hanya 10 ribu yang berhasil dapat income. Hanya 10 yang dapat kelipatan ganda di pendapatan seperti Mark. Tapi mereka maju gagal," paparnya.

Acara Indonesia Knowledge Forum III diselenggarakan oleh BCA dari 9-10 Oktober. Acara ini menghadirkan pengusaha-pengusaha sukses di berbagai bidang seperti Presiden Direktur Sido Muncur Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT ILTHABI Rekatama Ilham Akbar Habibie, hingga Walikota Bandung Ridwan Kamil.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads