"Di New York kita harus keluarkan US$ 50 hanya untuk pijat 5 jari. Jika anda tahu, di Indonesia kita hanya keluarkan US$ 5 untuk pijat seluruh badan. Jadi cukup murah," kata Sapta yang diikuti gelak tawa ratusan peserta Trade and Investment Forum 2014 di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Kamis (9/10/2014).
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, perwakilan Kementerian Perindustrian, dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi di sektor pariwisata di Indonesia cukup potensial, seperti investasi di perhotelan, restoran, bandara, dan pelayanan lainnya. Tiga tahun ini golongan kelas menengah Indonesia tumbuh dengan cepat, jumlahnya 50 juta orang. Banyak dari mereka berekreasi setiap akhir pekan," paparnya.
Untuk mempermudah calon investor dari 102 negara yang hadir di dalam acara ini mengetahui sektor investasi apa saja yang menarik, ia membagikan brosur gratis. Sapta juga mengungkapkan ada beberapa tempat menarik yang potensial untuk dikembangkan oleh para investor.
Pertama adalah Pulau Anambas di Utara Sumatera memiliki keunggulan karena pulau yang cukup indah dengan tumpukan karang dan air laut yang cukup jernih. Lalu ada salah satu areal yang menarik dan unik di Indonesia adalah Bono Riau yang dijadikan basis surfing (selancar) komunitas dunia.
Tidak hanya di Sumatera, Pulau Kalimantan menampilkan Bugam Raya. Lalu ada Ujung Kulon di Provinsi Banten.
"Saya mempunyai sebuah brosur gratis untuk anda. Kami punya beberapa area yang sangat prospektif. Saya berpikir di sektor pariwisata ini, investasi khusus di hotel dan restoran tumbuh dengan cepat," katanya.
(wij/dnl)











































