Kepala BPP SPAM Tamin M Zakaria Amin mengatakan, dalam hal kinerja keuangan, PDAM sakit umumnya sudah parah. "Bukan cuma sakit, tetapi juga pendarahan," katanya dalam paparan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (9/10/2014).
Kondisi ini dialami kebanyakan PDAM sakit lantaran penggunaan teknologi pengukuran aliran air yang sudah ketinggalan zaman. "Pelanggan pakai 100 kubik dihitung cuma 10 kubik, jelas dia rugi. Bagaimana dia mau untung? Sudah rugi malah makin rugi," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan bilang tidak punya duit. Kalau tidak punya duit, ajukan ke APBD. Kalau APBD nggak ada, ajukan ke koperasi. Kalau enggak ada juga konsultasi ke kami, nanti diusakan supaya bisa mencicil," jelasnya.
(hds/hds)











































