Pakai Teknologi Jadul, PDAM 'Pendarahan'

Pakai Teknologi Jadul, PDAM 'Pendarahan'

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 18:40 WIB
Pakai Teknologi Jadul, PDAM Pendarahan
Jakarta - Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum mencatat, dari 214 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tersebar di seluruh Indonesia, hanya 176 yang masuk kategori sehat. Penyebab banyaknya PDAM yang sakit biasanya adalah kinerja keuangan yang jeblok.

Kepala BPP SPAM Tamin M Zakaria Amin mengatakan, dalam hal kinerja keuangan, PDAM sakit umumnya sudah parah. "Bukan cuma sakit, tetapi juga pendarahan," katanya dalam paparan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Kondisi ini dialami kebanyakan PDAM sakit lantaran penggunaan teknologi pengukuran aliran air yang sudah ketinggalan zaman. "Pelanggan pakai 100 kubik dihitung cuma 10 kubik, jelas dia rugi. Bagaimana dia mau untung? Sudah rugi malah makin rugi," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, lanjut Zakaria, perlu ada dorongan dari pemerintah pusat maupun daerah agar PDAM mau mengganti teknologinya dengan yang lebih mutakhir.

"Jangan bilang tidak punya duit. Kalau tidak punya duit, ajukan ke APBD. Kalau APBD nggak ada, ajukan ke koperasi. Kalau enggak ada juga konsultasi ke kami, nanti diusakan supaya bisa mencicil," jelasnya.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads