CT: Kalau Ada Pejabat yang Tak Setuju, Giant Sea Wall Bisa Mundur ke 2050

CT: Kalau Ada Pejabat yang Tak Setuju, Giant Sea Wall Bisa Mundur ke 2050

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 19:47 WIB
CT: Kalau Ada Pejabat yang Tak Setuju, Giant Sea Wall Bisa Mundur ke 2050
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) menegaskan bahwa komitmen pemerintah sangat penting untuk menyelesaikan proyek Giant Sea Wall, Jakarta yang dimulai hari ini. Bila tak ada komitmen maka proyek yang targetnya harus selesai 2030 akan molor hingga 2050, ketika Jakarta sudah 'tenggelam'

"Kalau dilaksanakan konsisten. Bayangkan kalau ada pejabat nggak setuju bisa selesai tahun 2050. Tapi kalau kita komitmen, selesai tahun 2030," kata Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Chairul Tanjung saat groundbreaking proyek Tanggul Garuda, Jakarta Utara, Kamis (9/10/2014).

CT menjelaskan program Tanggul Garuda Raksasa atau Giant Sea Wall dibagi menjadi 3 tahap pembangunan. Tahap A atau pertama adalah pembangunan tanggul sepanjang 32 km di tepi pantai. Tanggul ini dikerjakan secara keroyokan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah Jakarta, dan investor. Targetnya pembangunan tahap A selesai tahun 2017-2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biaya yang dibutuhkan sangat besar. 32 Km ini, sudah diputuskan 8 Km sebagai tanggungjawab pemerintah pusat dan DKI. Sebanyak 50% ditanggung pusat dan 50% ditanggung DKI," jelasnya.

Sisanya sepanjang 24 Km dibangun oleh investor pemegang konsesi proyek reklamasi pantai di Teluk Jakarta.

Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pembangunan fase B dan fase C. Proses pengembangan seluruh kawasan Tanggul Garuda diproyeksi bisa tuntas pada tahun 2030.

Hari ini pemerintah memulai groundbreaking dimulainya program National Capaital Integrated Coastal Developmet (NCICD) atau program Tanggul Garuda atau giant sea wall di Muara Baru, Jakarta Utara

Proyek ini telah digagas sejak zaman Presiden Soeharto atau tepatnya saat Gubernur Jakarta masih dipimpin oleh Soerjadi Soedirja. Proyek ini mulai dibahas pada tahun 1994. Artinya pembangunan Tanggul Garu baru dimulai setelah 20 tahun kemudian.

"Permasalahan ini sudah diketahui oleh pemimpin-pemimpin kita. Sejak zaman Pak Harto atau Gubernur Soerjadi Soedirja pada tahun 1994 atau 20 tahun lalu telah dicanangkan pentingnya program ini," kata CT.

Seperti diketahui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, hari ini masih hanya untuk tahap A dari tiga tahapan pembangunan giant sea wall atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN).

Tahap pertama ini yakni penguatan tanggul di garis pantai Jakarta sepanjang 32 kilometer.

Konsep tanggul laut 'Garuda Raksasa' di perairan Teluk Jakarta dianggap sebagai opsi terbaik untuk mencegah Jakarta Utara tenggelam di 2050. Konsep ini banyak punya manfaat seperti adanya tanggul dan waduk raksasa di Teluk Jakarta.

Diperkirakan butuh anggaran hingga Rp 500 triliun (pemerintah dan swasta) untuk menyelesaikan proyek ini secepatnya pada 2022 atau paling lambat 2030.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads