Pada periode Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), setidaknya ada beberapa bandara raksasa dan modern yang diresmikan. Untuk pengembangan atau membangun bandara dari awal, ada bandara yang memperoleh bantuan pendanaan pemerintah, dan ada pula yang murni 100% dibiayai secara komersial.
Berikut ini bandara-bandara modern yang diresmikan Presiden SBY, sebelum purna tugas 20 Oktober nanti:
Bandara Internasional Lombok
|
|
Bandara Internasional Kualanamu
|
|
Bandara ini dikelola oleh Angkasa Pura II. Bandara Kualanamu dirancang dan dibangun mulai dari 0%. Artinya dari fasilitas infrastruktur darat hingga kelengkapan sistem udara dibangun dari awal.
Selain itu, Bandara Kualanamu memiliki sistem keamanan super maksimum. Bandara ini juga dirancang mampu diadarati dan melayani pesawat super jumbo Airbus 380. Angkasa Pura II menjagokan Kualanamu menjadi hub airport untuk penerbangan internasional dari atau ke Indonesia. Meski baru diresmikan Presiden SBY pada 27 Maret 2014, Bandara Kualanamu telah dipakai melayani penerbangan domestik dan internasional beberapa bulan sebelumnya.
Bandara Internasional Ngurah Rai
|
|
Kesan arsitektur Bali sangat kental pada New Ngurah Rai Airport ini. Bandara ini dilengkapi fasilitas yang mampu melayani pesawat super jumbo Airbus 380. Operator bandara juga membangun fasilitas dermaga perahu layar (yacht) dan terminal khusus pesawat VIP jet. Saat pagelaran KTT APEC lalu, New Ngurah Rai sudah menyambut para delegasi meskipun belum beroperasi 100%.
Terminal 2 Bandara Internasional Juanda
|
|
Untuk pengelolaan, Angkasa Pura I menggandeng operator bandara kelas dunia asal Korea Selatan, Incheon Airport.
Bandara Sepinggan
|
|
Bandara ini merupakan airport berkonsep mal pertama di Indonesia. Selain itu, terdapat area hutan mini di dalam area terminal. Angkasa Pura I menerapkan konsep eco airport pada Bandara Sepinggan ini.
Halaman 2 dari 6










































