"Kita terlalu banyak menghabiskan tenaga membahas soal pemilu ini dan itu, tapi kita justru tidak memperhatikan tahun depan itu MEA sudah di depan mata," ujar Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel, ditemui di Hotel Sangri-La, Jakarta, Senin (13/10/2014).
Rachmat mengungkapkan, sementara beberapa hari lalu ia sudah mengumpulkan semua pengusaha-pengusaha elektornik di Indonesia, dan sepakat bahwa industri Indonesia tidak siap hadapi pasar bebas ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, salah satu yang membuat industri bahkan Indonesia tidak siap menghadapi MEA 2015, karena sampai sekarang pemerintah belum bisa mengontrol produk ilegal yang masuk ke Indonesia.
"Kita tidak bisa salahkan Bea Cukai, tapi memang negara kita luas sekali, yang sekarang saja produk ilegal tak bisa terkontrol, apalagi nanti pada saat MEA diterapkan, ini tentunya sangat menyulitkan pengusaha lokal kita," ungkapnya.
Tidak hanya produk ilegal, di Indonesia juga belum dapat menjamin pemberlakukan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan baik.
"SNI kita banyak yang bolong, kita saja kadang geleng-geleng lihat produk ada logi SNI yang kita saja tidak tahu itu barang dari mana," tutupnya.
(rrd/ang)











































