"Paling tidak awal tahun depan Garuda bisa masuk ke Bandara Tual," kata Bambang di Pendopo Wali Kota Tual, Maluku, Selasa (14/100/2014).
Menurut Bambang, sebelum Garuda Indonesia masuk ke Bandara Tual, perlu disiapkan beberapa infrastruktur penunjang seperti Air Traffic Control (ATC) dan pelebaran landasan terbang atau runway. Saat ini pelayanan penerbangan dari dan menuju Bandara Tual hanya dilayani pesawat jenis ATR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menegaskan perlu ada penambahan panjang dan lebar runway. Hal itu dilakukan agar pesawat berbadan lebar dapat mendarati Bandara Tual.
"Bandaranya sekarang sudah dipanjangkan dan sedang dikerjakan. Dari 1.600 meter sedang dikejakan tambahan 500 meter lagi sehingga total 2.100 meter. Pesawat yang lebih besar yaitu Boeing 737-500 bisa mendarat, atau tambah 200 meter lagi semua Boeing 737 bisa mendarat di Tual," papar CT, sapaan Chairul Tanjung.
Ketika bandara sudah memadai, lanjut CT, akan ada rute-rute baru yang menjadi peluang bisnis bagi maskapai. Selain itu, akan tercipta konektivitas antar daerah.
"Nanti ada rute Denpasar-Tual, Sorong-Tual, Surabaya-Tual, dan Jayapura-Tual. Jadi ada konektivitas," katanya.
(wij/hds)











































