Ini Penampakan Jembatan Terpanjang di Indonesia Timur yang Masih 'Putus'

Ini Penampakan Jembatan Terpanjang di Indonesia Timur yang Masih 'Putus'

- detikFinance
Rabu, 15 Okt 2014 11:00 WIB
Ini Penampakan Jembatan Terpanjang di Indonesia Timur yang Masih Putus
Foto: Jembatan Merah Putih (Daniel-detikFinance)
Ambon - Sampai saat ini, proyek jembatan terpanjang Indonesia Timur yang berada di Ambon, Maluku belum juga selesai. Awalnya, jembatan bernama 'Jembatan Merah Putih' ini rampung sebelum kabinet pemerintahan Presiden SBY berakhir 20 Oktober nanti.

Dari pantauan detikFinance di lokasi, Selasa (14/10/2014), tidak terlihat adanya pekerjaan jembatan ini. Terlihat sambungan jembatan di atas laut yang berada di Teluk Ambon ini masih terputus.

Berikut sejumlah gambar terkini dan fakta soal jembatan terpanjang ini.

1. Panjang 1,1 Kilometer

Foto: Jembatan Merah Putih (Daniel-detikFinance)
Panjang jembatan di Teluk Ambon ini adalah 1,1 kilometer (km). Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan kendala pertama adalah cuaca yang tak bersahabat beberapa bulan di lokasi pembangunan di Teluk Ambon.

Djoko menambahkan kontrak untuk proyek besar ini seharusnya selesai pada Desember 2014. Kementerian Pekerjaan Umum sudah meminta izin ke Kementerian Keuangan agar dilakukan rekomposisi kontrak, artinya diperpanjang hingga pertengahan 2015.

2. Menghalangi Kapal TNI

Proyek jembatan ini juga terkendala persoalan dengan TNI angkatan laut, karena menghalangi kapal-kapal TNI yang menuju dermaga di Teluk Ambon. Lokasi proyek di Poka Galala, Ambon.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengatakan, telah disepakati akan dibuat dermaga baru di kawasan itu agar kapal-kapal besar tak perlu melewati jembatan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah siap menggelontorkan anggaran untuk proyek pembangunan dermaga tersebut. Namun sayangnya, Djoko belum mengetahui berapa besarannya.

3. Baru Selesai 2015

Jembatan Merah Putih ditargetkan selesai pertengahan 2015. Jembatan sepanjang 1,1 km ini mulai dicanangkan 18 September 2011.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto, mengatakan pada akhir 1990-an di Kota Ambon sering terjadi perselisihan antara dua desa yaitu Poka dan Galala. Kedua desa ini terpisahkan oleh Teluk Ambon dengan jarak sepanjang 30 km karena harus mengelilingi teluk dari darat.

4. Persingkat Waktu ke Bandara Pattimura

Lewat proyek ini, jarak tempuh ke Bandara Pattimura akan menjadi lebih singkat. Saat ini, dari kota Ambon menuju bandara harus menyusuri lingkar Teluk Ambon.

Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto, perselisihan antar kedua kelompok agama sempat terjadi di Ambon. Kini kedua kelompok warga itu tak lagi berselisih dan sudah tercipta perdamaian.

Hal ini yang melatarbelakangi gagasan pembangunan jembatan dengan nama Merah Putih. Dengan harapan, jembatan tersebut bisa menyatukan dua kelompok warga yang dulu sempat berkonflik.

5. Memicu Pertumbuhan Ekonomi

Jembatan Merah Putih bisa menumbuhkan perekenomian di kedua wilayah yang selama ini dipisahkan oleh Teluk Ambon. Galala yang menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto, masuk di wilayah Kota Ambon yang sudah maju bisa mengerek pertumbuhan ekonomi di Poka.

"Galala itu jelas di Kota Ambon pusat ekonomi, kalau di Poka itu ada Universitas Pattimura. Kalau ke airport pun bisa menghemat waktu," tutur Djoko.

Meski jembatan sudah dibangun dan bisa beroperasi di tahun 2015, Djoko mengatakan, fungsi dari jalan arteri di Teluk Ambon yang kini menjadi tumpuan kendaraan tak akan mati alias masih berfungsi.

6. Berbiaya Rp 700 Miliar

Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Poka dan Galala yang terpisah oleh Teluk Ambon. Jembatan tersebut memiliki panjang 1.140 meter yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu jembatan pendekat Poka (Poka approach bridge) sepanjang 520 meter, jembatan pendekat Galala (Galala approach bridge) sepanjang 320 meter, dan jembatan utama (main bridge) sepanjang 300 meter.

Tinggi dari jembatan ini sendiri mencapai 34,1 meter di atas permukaan laut. Pemerintah menggelontorkan investasi sekitar Rp 700 miliar untuk proyek besar ini.
Halaman 2 dari 7
(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads