Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Okt 2014 11:28 WIB

Converse Gugat 31 Perusahaan Pembuat Tiruan Sepatu Chuck Taylor

- detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
New York - Siapa yang tidak kenal dengan merek sepatu Converse? Jutaan orang memakai sepatu buatan Amerika Serikat (AS) ini di seluruh dunia, mulai dari anak sekolah, atlet, hingga musisi ternama.

Sayangnya ada kisah buruk yang menempel dari kepopuleran sepatu yang melegenda ini. Ada lebih dari tiga puluh perusahaan yang memproduksi imitasi dari sepatu Chuck Taylor dan menjualnya dalam jumlah banyak.

Converse Inc pun merasa sudah muak. Selasa kemarin, anak usaha Nike ini melancarkan gugatan terhadap 31 perusahaan yang dianggap melanggar hak cipta. Beberapa di antaranya adalah Wal-Mart, Ralph Lauren Corporation, dan Tory Burch.

Dari 31 perusahaan itu, empat di antaranya berada di Tiongkok, dua di Kanada, satu di Australia, Italia, dan Jepang. Converse juga meminta Komisi Perdagangan Internasional untuk melarang impor, distribusi, penjualan, dan pemakaian sepatu Converse imitasi ini di Negeri Paman Sam.

"Kami bisa menerima kompetisi yang sehat, tapi kami tidak merestui perusahaan lain menjiplak bentuk dan rupa sepatu Chuck Taylor," kata CEO Converse Jim Calhoun, seperti dikutip AFP, Rabu (15/10/2014).

Sepatu Chuck Taylor ini pertama kali muncul di lapangan basket AS pada tahun 1917. Sejak saat itu, Converse mengaku sudah menjual satu miliar sepatu ini di seluruh dunia.

Produsen sepatu ini juga mengaku sudah menggelontorkan ratusan juta dolar untuk biaya promosi dan iklan sepatu bersol karet ini.

(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed