Industri di Aceh Mulai Berjalan
Rabu, 12 Jan 2005 17:28 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja menyatakan, industri di Aceh sudah mulai berjalan pasca gempa dan tsunami. Dia menyatakan hal itu setelah beberapa hari berkunjung ke Aceh.Industri-industri yang telah berjalan antara lain industri penghasil bahan makanan dan bahan bangunan. Industri ini telah siap untuk menjamin keamanan suplai ke NAD dan Sumut. "Unit amonia PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) I sudah mulai beroperasi kembali sejak 6 Januari dengan tingkat utilisasi 82 persen sedangkan unit urea PIM I sudah dioperasikan mulai 7 Januari dengan utilisasi 80 persen dari kapasitas terpasang. Untuk unit PIM II masih terus dilakukan perbaikan dan diharapkan sudah dapat beroperasi kembali awal Maret 2005," kata Andung kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/1/2005). Departemen Perindustrian saat ini sedang melakukan pendataan atas kerusakan fasiilitas produksi industri di NAD untuk mengetahui seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.Menurut Andung dari apa yang dia lihat di lapangan pabrik semen Andalas sudah hancur total sedangkan pabrik kertas belum beroperasi. "Untung saja pabrik semen Andalas diasuransi. Sehingga perbaikannya sendiri diperkirakan tidak terlalu lama," kata dia. Sedangkan, pabrik PIM I juga sempat mengalami kerusakan namun saat ini sudah jalan dan hanya membutuhkan biaya Rp1,5 miliar. PIM II akan mulai beroperasi Maret 2005 karena kontrak penjualan gas dengan Exxon sudah diteken baru-baru ini dan baru akan dikirim Februari 2005. Mengenai nasib industri UKM, Andung mengatakan sebagian besar memang hancur namun masih bisa dikembangkan. "Saat ini mereka butuh modal kerja sekitar Rp 100 miliar," jelasnya.Lebih jauh, Menperin menjelaskan, hal ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Koperasi dan UKM maupun pihak perbankan untuk membantu permodalan dan pemasarannya. "Yang pasti, kita pasokan bahan makanan maupun bahan bangunan untuk rehabilitasi dan rekonstuksi Aceh," katanya. Untuk itu, pihaknya telah menemui sejumlah produsen makanan dan minuman di Medan untuk memastikan jumlah pasokan. Begitu pula halnya dengan produsen bahan bangunan. Pasalnya, jika mengambil dari Jakarta terlalu jauh. Seperti kebutuhan semen bisa diambilkan dari Padang, Sumatera Barat.
(mar/)











































