Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai banyaknya anak usaha ini bikin repot. Menurutnya, sesuatu yang besar dan banyak itu belum tentu selalu bisa dibanggakan.
"Saya sendiri di BUMN banyak menemui masalah. Koreksi total mengenai BUMN yang mempunyai anak-anak usaha yang begitu banyak tetapi kecil-kecil dan hanya bikin repot," ujarnya di acara BTN di Pacific Place, SCDB, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fewer maksudnya lebih sedikit anak perusahaan yang dimiliki. Sedangkan bigger adalah eksistensi dan cakupan perusahaan yang lebih luas, sementara bolder adalah perusahaan yang lebih kuat.
"Dalam hal ini saya mendukung fewer, bigger, bolder. Seperti BRI, Semen Indonesia, Pupuk Indonesia, PGN," jelasnya.
"Tapi bagi yang kecil saya minta untuk fokus tapi beautiful. Tidak rugi, tidak membuat sakit kepala dan bisa dibanggakan untuk kepentingan nasional. Misalnya yang kecil-kecil itu adalah hal yang sangat strategis, kecil tapi beautiful yang penting sehat," katanya.
(ang/dnl)











































