Dahlan: Anak Usaha BUMN Mending Ditutup Kalau Bikin Sakit Kepala

Dahlan: Anak Usaha BUMN Mending Ditutup Kalau Bikin Sakit Kepala

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2014 11:36 WIB
Dahlan: Anak Usaha BUMN Mending Ditutup Kalau Bikin Sakit Kepala
Jakarta - Jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia sudah lebih dari seratus. Jika dihitung dengan anak-anak usahanya maka jumlahnya makin bengkak lagi.

Daripada repot mengurusnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta anak-anak usaha BUMN yang skalanya kecil lebih baik ditutup saja daripada membuat pusing banyak pihak.

"Yang kecil-kecil silakan hidup tapi jangan bikin sakit kepala, daripada bikin sakit kepala mending ditutup. Tetapi yang punya potensi sangat besar juga perlu didorong untuk menjadi sangat besar," kata Dahlan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu diungkapkan Dahlan saat pidato di acara Business Leader Forum yang diselenggarakan BTN bekerja sama dengan Hernawan Kertajaya dengan Tema "Fewer Bigger, Bolder" fokus bisnis, efisiensi dan pertumbuhan usaha di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Dahlan menilai banyaknya anak usaha ini bikin repot. Menurutnya, sesuatu yang besar dan banyak itu belum tentu selalu bisa dibanggakan.

"Saya sendiri di BUMN banyak menemui masalah. Koreksi total mengenai BUMN yang mempunyai anak-anak usaha yang begitu banyak tetapi kecil-kecil dan hanya bikin repot," ujarnya.

"Bagi yang kecil saya minta untuk fokus tapi beautiful, tidak rugi, tidak membuat sakit kepala dan bisa dibanggakan untuk kepentingan nasional. Misalnya yang kecil-kecil itu adalah hal yang sangat strategis, kecil tapi beautiful yang penting sehat," katanya.

(ang/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads