Ekspor Jerman di Agustus 2014 turun 5,8% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini merupakan yang paling tajam sejak Januari 2009. Ini menjadi salah satu sentimen negatif di kalangan pelaku pasar.
Dikutip dari AFP, ekonomi Jerman memang sedang penuh tantangan. Pemerintah Jerman menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2014 dari 1,8% menjadi 1,2%. Untuk 2015, perkiraan pertumbuhan ekonomi juga dipangkas dari 2% menjadi 1,3%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Zona euro sekarang mempunyai kondisi ekonomi yang menurun. Ini juga yang dialami Jepang. Tetapi di sisi lain, ekonomi Amerika membaik sehingga kondisinya adalah kondisi mix," kata Agus kala ditemui di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Bagi Indonesia, lanjut Agus, yang harus lebih diwaspadai adalah perkembangan di Amerika Serikat (AS). Terutama soal kenaikan suku bunga oleh bank sentral The Federal Reserves/The Fed.
"Indonesia sekarang yang tentu harus diperhatikan adalah pemulihan ekonomi Amerika dan kecenderungan dari nilai tukar Amerika yang menguat. Juga potensi terjadi peningkatan Fed Fund Rate. Hal ini akan banyak mempengaruhi negara-negara berkembang," jelasnya.
(hds/ang)











































