Acara perpisahan ini dihadari oleh ratusan karyawan Kementerian BUMN. Saat acara, Dahlan berbicara didampingi sang istri.
Di depan ratusan karyawan level eselon 1 hingga staf, Dahlan menjadi penyambung suara sang istri. Istrinya mengaku sebetulnya tidak begitu suka menyandang gelar sebagai seorang ibu menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keengganan Nafsiah menyandang gelar ibu menteri bukannya tanpa sebab. Nafsiah selalu dibayang-bayangi dengan pemberitaan yang beberapa kali menimpa istri menteri. Karena sang suami terkena kasus, istri ipun ikutan terperiksa.
"Istri saya lihat dan baca berita. Ada istri menteri diperiksa KPK," jelasnya.
Selama 3 tahun mendampingi ia sebagai Menteri BUMN, menurut Dahlan, Nafsiah jarang menyelenggarakan kegaiatan ibu-ibu bersama istri karyawan Kementerian atau BUMN. Alasannya sang istri enggan membuat anggaran tambahan yang akhirnya bisa membebani suami atapun kementerian.
"Kita minta maaf. Nggak terlalu banyak kegiatan ibu-ibu. Istri saya takut ganggu suami karena sumber dana dari suami," ujarnya.
Ia menjamin sang istri juga tidak pernah mengintervensi bawahannya. Komitmen sang istri, diakui Dahlan, telah dilakukan ketika dirinya menjadi ketua organisasi non pemerintahan.
"Selama jadi menteri, istri nggak campuri urusan saya. Nggak ada deputi ditelpon atau ditekan oleh istri saya. Itu sejak dulu," katanya.
(feb/ang)











































