Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, Selasa pekan ini, dirinya mengunjungi Dusun Tanjung Ular Mentok Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung untuk meninjau pembangunan pabrik tanah jarang yang dikembangkan PT Timah Tbk.
"Karena waktu awal jadi menteri itu kita putuskan, kita harus membangun pabrik rare earth. Itu timah itu kan di smelter kan, kemudian itu isinya tidak hanya timah ternyata. Isinya ada istilahnya disebut rare earth (tanah jarang). Itu menjualnya itu bukan kg atau ton, menjualnya itu gram. Jadi itu lebih mahal dari emas," jelas Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan menyatakan, dirinya ingin logam tanah jarang yang selama ini dibuang sebagai limbah timah, ditampung dan diolah menjadi logam tanah jarang tersebut.
"April sudah jadi. Sehingga nanti April, Indonesia sudah bisa memproduksi rare earth, ini sangat bersejarah untuk Indonesia," kata Dahlan.
Rare earth sangat diincar oleh industri negara-negara maju. Logam tanah jarang biasa dipakai sebagai komponen penting pada industri elektronik hingga otomotif dunia.
(dnl/hen)











































