Ini Cara RI Agar Jadi Acuan Harga Timah Dunia

Suramnya Bisnis Timah

Ini Cara RI Agar Jadi Acuan Harga Timah Dunia

- detikFinance
Jumat, 17 Okt 2014 17:15 WIB
Ini Cara RI Agar Jadi Acuan Harga Timah Dunia
Jakarta - Indonesia merupakan eksportir timah terbesar dunia namun sayangnya harga timah justru ditentukan oleh London Metal Exchange (LME). Sehingga sejak 2012 munculah Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Tujuannya agar Indonesia menjadi bursa timah dunia sehingga bisa mengendalikan harga timah global. Sejak Agustus 2013, kegiatan ekspor timah murni batangan wajib melalui bursa, namun untuk timah non batangan dan bentuk lainnya tak ada kewajiban melalui bursa.

"Makanya pemerintah membentuk bursa khusus perdagangan timah, tujuannya agar kita bisa menentukan harga timah, agar orang kalau mau tahu harga timah lihatnya ke Indonesia bukan negara lain," kata Presiden Komisaris PT Timah Insmerda Lebang ketika berkunjung ke Redaksi detikFinance, Kamis (16/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia Fenny Widjaja, mengatakan sejak 2012 berdiri BKDI sebagai pusat perdagangan timah Indonesia.

"Namun baru Agustus 2013 seluruh ekspor atau perdagangan timah batangan wajib melalui bursa (BKDI). Hadirnya BKDI ini membuat Indonesia mulai diperhitungkan dunia dalam penentuan harga timah, LME mau keluarkan harga mereka lirik Indonesia dulu harga timahnya berapa," ungkap Fenny.

Ia mengakui, memang butuh waktu bagi Indonesia menjadi pusat perdagangan dan penentu harga timah dunia, karena umur bursa timah di Indonesia baru dua tahun. Namun ia mengakui BKDI sempat dituding melakukan monopoli, padahal yang namanya bursa diselenggarakan oleh pelaku tunggal.

"Kita baru 2012 dan baru wajib Agustus 2013 lalu, bandingkan dengan LME yang sudah 50 tahun lebih. Itu pun banyak tudingan macam-macam salah satunya monopoli, padahalkan bursa perdagangan di berbagai negara ya cuma satu dan itupun dikelola swasta, dibilang menggunakan mekanisme terafiliasi (kartel) padahal setiap pembeli dia tidak tahu itu produksi timah darimana saja," jelasnya.

Fenny menambahkan, dampak positif dengan adanya bursa timah di Indonesia (BKDI), harga timah tidak terjadi fluktuasi yang begitu tinggi bila dibandingkan dengan sebelum adanya bursa timah di Indonesia.

Menurutnya, berdasarkan data harga timah beberapa tahun terakhir, pergerakan harga timah di LME pada 2010-2011 fluktuasi harganya mencapai 29,68%, pada 2012 fluktuasinya mencapai 23,88%, pada 2013 mencapai 19,49%, sedangkan setelah ada BKDI fluktuasinya hanya 7,84% sejak Agustus 2013 sampai April 2014.

Tercatat dari Agustus 2010-April 2011 tercatat harga timah di LME bergerak dari US$ 19.500/MT hingga US$ 33.000/MT. Lalu pada Agustus 2011-April 2012 harga timah di LME berada dalam rentang US$ 17.500/MT hingga US$ 27.500/MT, kemudian pada Agustus 2012 hingga April 2013 tercatat harga timah dunia berada dalam rentang US$ 17.000/MT hingga US$ 25.000/MT.

Kabar baiknya kini BKDI udah menjadi rujukan bagi semua produsen timah di Indonesia. "Sudah ada 22 produsen dan 20 pembeli di BKDI tidak lama lagi akan nambah jadi 6 produsen timah dan 10 pembeli," tutupnya.

Setelah adanya efektifnya bursa timah di Indonesia, pada Agustus 2013-April 2014 harga timah dunia relatif stabil di rentang US$ 21.000/MT hingga US$ 24.000/MT.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads