"Keberhasilan kita cukup signifikan. Untuk beras gabah kering 71,28 juta ton tahun lalu dari 64 juta ton dalam situasi lahan makin sempit, perubahan iklim, dan sumber daya alam yang makin langka," kata Suswono saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (17/10/2014).
Suswono menilai keberhasilan produksi gabah kering cukup tinggi karena sektor pertanian di Indonesia sudah mulai berbasis teknologi. Misalnya saat proses bajak sawah saat ini banyak beralih dari cara tradisional menggunakan traktor modern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan penggunaan teknologi berbasis pertanian harus menjadi tumpuan di dalam memproduksi padi. Oleh karena itu perlu dukungan dana alokasi pertanian yang cukup besar.
Saat ini alokasi dana pertanian sebesar Rp 15 triliun/tahun dinilai masih kurang ideal.
"Kalau sekarang hanya Rp 15 triliun tidak sampai 1% kan, dari Rp 1.800 triliun (APBN). Masih kurang. Dulu kita pernah hitung untuk capai swasembada di angka Rp 24 triliun 5 tahun lalu tetapi kita tahu juga anggaran kita terbatas. Apalagi ada pengurangan kita kena juga. Ke depan harus proporsional lah," tutur Suswono.
(wij/hen)











































