Moratorium Utang PC Timbulkan Kecemasan Kreditur Swasta RI

Moratorium Utang PC Timbulkan Kecemasan Kreditur Swasta RI

- detikFinance
Kamis, 13 Jan 2005 11:18 WIB
Jakarta - Pemberian moratorium utang dari negara-negara kreditur Paris Club bisa menimbulkan kekhawatiran dari kreditur swasta lainnya yang saat ini memiliki lebih dari setengah dari total utang publik Indonesia. Hal ini disampaikan Nancy Birdsall, president of the Center for Global Development, sebuah lembaga think-tank di Washington DC, seperti dilansir Financial Times, Kamis (13/1/2005).Dalam salah satu keputusan sidang Paris Club disebutkan, moratorium utang diberikan tanpa syarat apapun termasuk masuk program IMF ataupun komparabilitas. Prinsip komparabilitas memang sesuatu yang dihindarkan oleh pemerintah Indonesia karena akan menuntut perlakuan yang sama antara kreditur negara dan kreditur swasta.Menkeu Jusuf Anwar sebelumnya menyatakan, jika prinsip komparabilitas diterapkan, maka dikhawatirkan peringkat Indonesia akan turun menjadi default seperti yang terjadi di masa lalu saat Indonesia meminta keringanan utang ke Paris Club dan disyaratkan komparabilitas. Saat ini S&P memberi peringkat B+ untuk Indonesia. "Penundaan sementara pembayaran utang kepada negara-negara kreditur bisa menimbulkan perasaan lebih unggul. Namun write off adalah sesuatu yang permanen dan dapat menciptakan persepsi bahwa sepertinya Indonesia tidak tumbuh cukup cepat untuk menyelesaikan seluruh kewajiban utangnya," ujar Birdsall. Selain itu, kata Birdall, Indonesia sepertinya Indonesia tidak ingin masuk lagi ke dalam program IMF yang semestinya disyaratkan untuk mendapatkan keringanan itu.Penolakan Indonesia itu dinilai bisa menimbulkan pertanyaan tentang keadilan. Selain itu keringanan utang untuk Indonesia akan menimbulkan perasaan tidak adil dari negara miskin seperti Nigeria yang sebelumnya tidak berhasil berhasil masuk dalam program keringanan utang untuk negara miskin dari IMF dan Bank Dunia. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads