Hasil Moratorium RI Tak Optimal

Kwik Kian Gie:

Hasil Moratorium RI Tak Optimal

- detikFinance
Kamis, 13 Jan 2005 13:53 WIB
Jakarta - Mantan Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menilai tim ekonomi pemerintah kurang memanfaatkan forum Paris Club untuk meminta jumlah moratorium yang lebih besar."Seharusnya jumlah moratoriumnya bisa lebih besar. Bukan hanya layak mendapatkan moratorium, tapi jumlahnyapun bisa lebih besar," tegas Kwik Disela-sela seminar di Kampur STIE IBI, Jalan Yos Sudarso, Jakarta, Kamis (13/1/2005).Dalam sidang Paris Club yang berlangsung kemarin, Indonesia memperoleh jumlah pembekuan utang yang terbesar yakni hingga mencapai US$ 3 miliar. Kwik menilai pembekuan pembayaran utang itu diyakini tidak akan membebani generasi mendatang. "Membebankan sih tidak karena stok utang yang ada tidak berkurang. Kalau yang jatuh tempo ditunda. Kalau ada utang-utang baru, itu justru yang memberatkan. utang baru di CGI yang memberatkan karena akan menambah stok utang," katanya. Kenaikan BBM Tak LogisDalam kesempatan itu Kwik juga menilai pernyataan wapres bahwa pada tahun 2005 harga BBM akan naik hingga 40 persen sebagai sesuatu yang tidak logis. "Itu tidak logis karena itu terlalu tinggi. Kalau dari Rp 1810 ke Rp 2400 atau dari Rp 2000 sampai Rp 2400 itu fair, masih oke," tegasnya. Kwik menegaskan, sebelum menaikkan harga BBM, pemerintah mestinya memberikan penjelasan yang disertai alasan-alasan dari pemerintah. "Setelah ada penjelasan-penjelasan yang jujur, ada alasan-aslasan yang disampaikan dari pemerintah," demikian Kwik. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads