Keinginan Buruh Punya Kulkas dan Dispenser Sulit Diwujudkan

Keinginan Buruh Punya Kulkas dan Dispenser Sulit Diwujudkan

- detikFinance
Selasa, 21 Okt 2014 08:55 WIB
Keinginan Buruh Punya Kulkas dan Dispenser Sulit Diwujudkan
Jakarta - Keinginan serikat pekerja/buruh menambah komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 menjadi 84 sulit terpenuhi. Hal itu disebabkan survei pasar menyebutkan jumlah komponen KHL saat ini sebanyak 60 masih relevan.

Buruh meminta kenaikan komponen KHL dari 60 menjadi 84 di mana ada tambahan seperti minyak wangi, lemari es, dispenser, hingga kipas angin.

"Nggak bisa, sulit terwujud. Survei yang kami lakukan berdasarkan peraturan menteri yang dasarnya 60 item masih relevan," ungkap Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Asrial Chaniago kepada detikFinance, Selasa (21/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asrial menegaskan, komponen KHL yang sekarang berjumlah 60 masih dianggap cukup dan tidak perlu ditambah. Bahkan dari tahun ke tahun beberapa komponen KHL yang ada saat ini mengalami depresiasi atau penyusutan nilai.

Apalagi, menurut Asrial, periode waktu kenaikan komponen KHL dari 46 menjadi 60 baru dilakukan 2 tahun lalu. "Menurut pengusaha, 60 item sudah cukup. Kita bicara KHL. Bagi mereka (buruh) tentu kurang terus," tegasnya.

Asrial meyakini buruh tetap akan menuntut komponen KHL ditambah menjadi 84. Namun, tambahan KHL bukan perkara mudah karena ditentukan langsung oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui rapat dengan Dewan Pengupahan Nasional (DPN).

"Kalaupun ingin naik, silakan. Tapi kita tidak bisa sepihak menaikan item KHL menjadi 84. Kalau unsur buruh minta tambahan item KHL, bukan kewenangan kita. Yang membuat kebijakan adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi," jelasnya.

(wij/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads