Pria berusia 58 tahun ini memegang sejumlah proyek di Jakarta, di antaranya revitalisasi taman kota waduk pluit dan waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda, serta Electronic Road Pricing (ERP). Sebelumnya, Budi adalah Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Taman Impian Jaya Ancol.
"Saya amin aja, yang penting kerja dulu, kerja-kerja-kerja," kata Budi sambil tertawa saat konfirmasi soal namanya akan menjadi salah satu menteri Jokowi, Selasa (21/10/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bertemu dengan Pak Ahok sudah direncanakan, kita bahas soal air dari Waduk Jati Luhur, Jakarta butuh air suplai dari Jati Luhur," kata Budi berkilah.
Ia mengatakan, selama ini Jakarta memang sudah mendapatkan pasokan air dari Waduk Jati Luhur di Purwakarta, Jawa Barat, namun belum maksimal. Nantinya, PT Jakpro akan bekerjasama dengan PDAM Jakarta, pihak Jakpro sebagai penyuplai air, sedangkan PDAM sebagai pengelolanya.
"Aku kerja dulu, di Jakpro tantangan sudah banyak, yang penting kerja, kerja, kerja," katanya berkilah.
Ia memulai karir 1982 sebagai Arsitek Perencana pada Departemen Real Estate PT Pembangunan Jaya, sebagai Arsitek Perancang pada 1982. Singkat cerita, sejak 2004 hingga Mei 2013, ia dipercaya Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol.
Alumni Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Jurusan Arsitektur dan lulus 1981 ini, pada 2009 diangkat sebagai Ketua Pengda Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) DKI JAKARTA sekaligus Pengurus di DPP KAGAMA.
Budi Karya memang masuk dalam daftar seleksimenteri.com yang diadakan oleh detik.com.
(hen/dnl)











































