Ahok: UMP Pasti Naik, Tapi Nggak Banyak

Ahok: UMP Pasti Naik, Tapi Nggak Banyak

- detikFinance
Selasa, 21 Okt 2014 15:49 WIB
Ahok: UMP Pasti Naik, Tapi Nggak Banyak
Jakarta - Pelaksana tugas gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab tuntutan buruh soal kenaikan upah. Menurut Ahok, jumlah UMP (Upah Minimum Provinsi) DKI pasti meningkat dibanding tahun lalu.

"Pasti naik, tapi persentasenya nggak banyak. Pasti akan naik karena ada pertimbangan inflasi," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2014).

Walaupun naik, dia memprediksi jumlahnya tak beda jauh dengan kenaikan pada tahun lalu, yakni di bawah 10%. Kenaikan UMP akan didasarkan pada besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang akan ditentukan 23 Oktober ini di Balai Kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penetapan KHL akan dilakukan di forum dewan pengupahan, antara pemprov DKI Jakarta, serikat pekerja, dan pengusaha. Setelah KHL ditentukan, penetapan UMP akan diputuskan sepekan kemudian.

"Pasti naik, tapi kayaknya sekitar (tahun lalu) itu juga atau mungkin di bawah itu, ya kita ikut KHL saja, saya nggak berani (berapa persen), enggak tahu. Tapi kan rumusnya sudah ketemu nih, jadi bisa hitung sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Ahok menegaskan akan menolak permintaan kenaikan UMP 2015 sebesar 30%. Hal itu disampaikannya setelah bertemu buruh dari Forum Buruh DKI Jakarta (FBDKI) dan Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman pagi tadi.

Wakil gubernur ini cuek kalau dicap tak baik oleh kalangan buruh karena menolak naikkan UMP sebesar 30%.

"Saya sudah bilang sama mereka (buruh). Dibilang, kalau begitu bapak kurang baik dong. Ya saya bilang, saya memang kurang baik kok. kalau gubernur lain dianggap lebih baik, saya nggak masalah, yang penting saya bisa mempertanggungjawabkan," kata dia.

(ros/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads