Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Rokhmin Dahuri menuturkan rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir 5,8% per tahun. PDB mencapai peringkat ke-16 terbesar di dunia, tapi angka kemiskinan tetap tinggi.
"Artinya berkah ekonomi itu tidak dinikmati oleh semua masyarakat. Tapi cuma oleh investor asing, pemerintah dan pemilik modal lainnya," ujarnya dalam seminar di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (22/10/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi maritim itu ada US$ 1,2 triliun. Jangan pikir itu cuma soal ikan. Migas juga masuk di dalamnya. Karena ada di bawah laut," terangnya.
Ada lima prinsip dalam hal maritim, pertama adalah unit bisnis kelautan diupayakan memenuhi skala ekonominya. Kedua integrasi dari hulu ke hilir. Ketiga pemanfaatan teknologi, keempat pengembangan industri, dan kelima adalah ramah lingkungan.
"Konstribusi sektor kelautan akan meningkat tajam dengan hal tersebut. Dibanding sekarang yang hanya 20% terhadap PDB," jelasnya.
Rokhmin optimis ekonomi dapat tumbuh sampai dengan 7% per tahun. Sementara dari sis kemiskinan dapat teratasi, karena mayoritas populasi orang miskin ada di wilayah kelautan dan pertanian.
"Jadi kesejahteraan yang selama ini dilupakan itu bisa jadi terselesaikan," tegas Rokhmin.
Menurutnya untuk mendukung pembangunan ekonomi kelautan, juga harus didukung oleh infrastruktur dan konektivitas. Tol laut yang sudah dicanangkan oleh Jokowi, menurutnya harus direalisasikan.
"Bank maritim yang khusus untuk membiayai pembangunan dan bisnis kelautan harus dibentuk mulai awal tahun depan. Indonesia bakal menjadi negara maritim yang besar, kuat dan maju pada 2025 mendatang," katanya.
(mkl/hen)











































