Harga Minyak Naik Kembali US$ 47 Per Barel
Kamis, 13 Jan 2005 16:25 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Bahkan kini harganya menembus US$ 47 per barelnya. Sebelumnya, pada Rabu (12/1/2005) kemarin harga minyak dunia telah naik juga pada harga US$ 46 per barel.Harga untuk US light saat ini menembus US$ 46.76 per barelnya, padahal kemarin harganya sudah mencapai U$ 46.58 per barel, artinya naik 21 sen. Kemarin harga minyak juga telah naik sekitar 82 sen per barelnya sehingga menjadi US$ 46,15 per barel untuk US light. Harga itu diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Sementara untuk harga London brent naik 48 sen sehingga mencapai US$ 43,40 per barel.Kenaikan harga minyak juga karena produksi minyak di beberapa negara yang bermasalah seperti di Irak, Nigeria, Mexico dan Norwegia. Saat ini pasokan minyak melalui Laut Utara telah menurun hingga 1,1 juta barel perhari dari 82 juta barel per hari pasar minyak dunia.Ekspor minyak Irak juga telah berkurang akibat terjadinya sabotase jaringan pipa minyak di kawasan utara Irak dari Baghdad ke Basra. Ditambah lagi, tingkat keamanan pipa dari sabotase menjelang pemilihan umum di Irak pada 30 Januari nanti, akan makin meningkatkan harga minyak dunia.Meningkatnya harga minyak, makin terakumulasi ketika negara-negara OPEC sepakat untuk mengurangi suplai untuk ekspor hingga 1 juta barel per hari. Terlebih lagi di musim dingin saat ini, akan makin memicu kenaikan harga minyak.OPEC dijadwalkan akan melakukan pertemuan pada 30 Januari mendatang. Mereka akan mendiskusikan rencana pengurangan ekspor berkaitan dengan masuknya musim dingin. Pengurangan itu akan berlanjut hingga kwartal kedua.Sejumlah pelaku bisnis minyak yakin harga minyak yang makin tinggi akan kembali pada harga normal yakni US$ 40 per barel.Kenaikan harga minyak dunia ini tentunya akan meresahkan industri di Eropa dan AS. Mau tidak mau, kenaikan ini akan menimbulkan inflasi sektor industri.Kenaikan harga yang cukup tinggi itu, membuat Amerika Serikat mendrop cadangan minyaknya hingga 3 juta barel per harinya, sehingga diperkirakan akan mencapai 289 juta barel.
(mar/)











































